Efek Film Hollywood, Munculnya Stephen Paddock, Bukan Rambo

Hollywood. Gambar: wikipedia.org
Selama ini saya sering nonton film Hollywood, hampir semuanya. Bukan di bioskop, tapi di televisi atau di laman online.
Saya suka film mereka, walaupun saya tahu dengan pasti, bahwa isi film Hollywood hampir 100 % berisi propaganda Amerika. Mereka 'memaksa' orang, melalui film itu, untuk melihat seuatu dari sudut pandang Amerika. Walaupun itu, diduga, berbeda dengan fakta. Misalnya, tentang Amerika memerangi Iraq, Pakistan, Afghanistan, dan negara lain, terutama yang penduduknya muslim. Saya tidak ingin bicara itu, bukan keahlian dan bukan bidang saya.
Saya bicara kali ini, tentang apa yang baru terjadi di Amerika. Tentang Stephen Paddock.
Telah banyak diberitakan di media seluruh dunia, Stephen Paddock (64), yang menembak secara membabi-buta, dalam acara konser musik country di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Minggu 1 Oktober 2017. Setidaknya 58 orang tewas dan 200 lainnya luka-luka.
Itu diklaim sebagai penembakan massal terbesar dalam sejarah modern AS.
Pelaku Penembakan Las Vegas itu Kaya Raya dan Penjudi
Disebutkan, pelaku penembakan mematikan di Las Vegas, Stephen Paddock, diketahui merupakan mantan akuntan yang kaya raya. Ia sepertinya saat ini sedang menjalani masa pensiun yang tenang di komunitas pensiunan Mesquite, Nevada.
Pihak berwenang mengatakan, pria berusia 64 tahun ini memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat kecil dan memiliki dua pesawat. Menurut salah satu tetangganya, Paddock adalah seorang penjudi profesional dan agak sedikit aneh.
Disebutkan, seorang pejabat AS mengatakan, ada alasan untuk percaya Paddock memiliki sejarah masalah psikologis. Saudara laki-laki tersangka, Eric Paddock, mengatakan kepada wartawan, ayah mereka, Patrick Benjamin Paddock, adalah perampok bank yang dulunya ada di daftar paling dicari FBI dan pernah melarikan diri dari penjara.
Menurut sebuah poster yang dikeluarkan pada 1969 oleh penegak hukum, Patrick Benjamin Paddock telah didiagnosis sebagai psikopat. Eric Paddock mengatakan, keluarganya sangat terkejut oleh dugaan saudaranya terlibat dalam pembantaian di Las Vegas.
Diberitakan pula, menurut NBC News, Stephen Paddock baru-baru ini melakukan beberapa transaksi perjudian bernilai puluhan ribu dolar, namun tidak jelas apakah taruhan tersebut menang atau kalah.
Saudara laki-laki tersangka lainnya, Bruce Paddock, mengatakan saudaranya adalah investor properti multi-jutawan. Perusahaan pertahanan Lockheed Martin mengatakan Paddock pernah bekerja untuk salah satu perusahaannya tiga dekade lalu.
Peristiwa Stephen Paddock, mengingatkan aku pada banyak film Hollywood. Ada ratusan atau ribuan film Holywood hampir serupa Stephen Paddock. Apakah Amerika sudah mulai menjadi korban dari film mereka sendiri. Apakah itu senjata makan tuan?
Mungkin Hollywood sudah masanya untuk mengurangi film kriminal dan propaganda perang. Sebelum nantinya, memunculkan banyak Stephen Paddock lainnya yang menembak warga AS sendiri di kota milenium mimpi Amerika, bukan 'Rambo' seperti diinginkan mereka.

Penulis: Thayeb Loh Angen
Asal kabar: portalsatu.com
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki