Mengapa Ekskombatan Tidak Menulis Sejarahnya

Ilustrasi. Membaca Novel Aceh 2025. Model: Halim dan Qazzy. @ Thayeb Loh Angen
Mengapa ekskombatan GAM tidak ada yang menuliskan sejarah perjuangannya?


Sementara Hasan Tiro, sebagai orang yang paling utama dalam gerakan yang dijalankan mereka adalah seorang sastrawan. Ia menulis apa saja yang dilakukannya yang diperkirakan terhubung dengan perjuangan.


Mungkinkah para pejuang tersebut tidak terlalu tertarik dengan ilmu pengetahuan? Ini akan berbahaya terhadap masa depan ideologi-jika masih ada-, generasi masa depan tidak akan tahu apa yang pernah terjadi selain yang ditulis oleh media dan orang yang tidak menyukai perjuangan ini.


Saya pernah mengusulkan itu pada seorang ekskombatan yang berpengaruh, tapi ia menolak dengan alasan banyak rahasia yang terbongkar kalau itu ditulis. Menurutku, itu jawaban yang bodoh.
Beberapa tahun lalu, ada seorang ekskombatan mengaku menulis catatan hariannya di markas tapi belum mempublikasikannya.


Dalam beberapa bulan terakhir saya melihat di media siber mediaaceh.co disiarkan cerbung berjudul "Sang Kombatan".


Saya pernah membaca beberapa baris, sepertinya penulis cerita tersebut punya narasumber yang merupakan ekskombstan yang pernah bertempur, atau setidaknya orang itu sering di markas yang dari sana beberapa pertempuran dirancang.


Itu, sebuah usaha yang baik, walaupun cuma cerita karangan (fiksi) atau khayalan.
Baru-baru ini dikabarkan, salah seorang ekskombatan paling berpengaruh, Teungku Zulkarnaini bin Hamzah atau Teungku Ni, mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya akan membukukan kisah perjuangan tokoh GAM.


Itu kabar baik, mengingat pada sekitar tahun 2010, saya dan beberapa orang rekan telah mengusulkan hal itu kepadanya. Tidak ada tindak lanjut. Dan kabar bahwa buku itu ingin diwujudkan, saya kira bukan berdasarkan usulan kami.


Lalu, apa pentingnya menulis buku itu?


Kalau ada ekskombatan bertanya begitu, maka dengan sedih saya harus menjawabnya dengan pertanyaan balik, "Sekiranya Hasan Tiro tidak menulis buku Jum Meurdehka dan lainnya, dari manakah kalian tahu bahwa Aceh Merdeka harus diperjuangkan?"


*Thayeb Loh Angen, penulis novel Aceh 2025.


Sumber:http://portalsatu.com/read/opini/mengapa-ekskombatan-tidak-menulis-sejarahnya-14737
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki