Kelas Sekolah Hamzah Fansuri Angkatan 2015 Ditutup

Pelajar Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri (SHF) Angkatan II Tahun 2015 mengikuti pertemuan terakhir angkatan tersebut, Banda Aceh, Selasa, 8 Desember 2015. Foto: Mustakim.

SHFNews, Banda Aceh - Pelajar Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri (SHF) Angkatan II Tahun 2015 mengikuti pertemuan terakhir angkatan tersebut, Banda Aceh, Selasa, 8 Desember 2015. Proses belajar mengajar yang dibina oleh Thayeb Loh Angen pada malam itu dihadiri oleh empat peserta dari 10 pelajar yang  mendaftar.

“Kami memilih warung kopi sebagai sarana belajar, karena selain nyaman warung di sini juga menyediakan falsilitas yang lengkap, apalagi saat malam hari, tidak ada tempat lain yang lebih cocok untuk kami gunakan,” ujar Mustakim, ketua Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri Angkatan II Tahun 2015.

Mustakim menambahkan, komunitasnya  memilih  kedai kopi untuk mengadakan pertemuan belajar, dikarenakan warkop menyediakan akses wifi gratis, dan juga mudah diakses ketimbang harus memilih tempat lain yang harus dibayar mahal.

Seorang peserta, Teuku Mukhlis, mengatakan, Sekolah Hamzah Fansuri membuat jadwal pertemuan rutin, dua kali dalam tiap minggu. Setiap pertemuan diadakan di alam terbuka, dalam setiap jam belajar yang berbeda akan dibahas cara menulis yang benar, straight news, feature, opini dan cerpen.

“Pertemuan kelas Selasa malam ini merupakan pertemuan terakhir  Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri Angkatan II Tahun 2015, ditutup dengan materi terakhir, yaitu  cerpen lanjutan pertemuan pertama yang dibina oleh cerpenis  Aceh Musmarwan Abdullah pada minggu lalu,” kata Mukhlis.

Selain itu, Teuku Mukhlis menyikapi intruksi larangan duduk di kedai kopi yang dikeluarkan oleh Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal. Sebagai salah seorang yang memakai kedai kopi sebagai tempat belajar, Mustakim menyayangkan pandangan walikota. Ia meminta intruksi tersebut diklarifikasi.

“Kami, hampir setiap hari duduk di kedai kopi, selain untuk belajar, hanya sekedar untuk mencari-cari bahan kuliah. Kedai  kopi bukan hanya menghabiskan waktu dan bermaslas-malasan, tapi kami di sini  belajar dan diskusi bersama dan menikmati fasilistas internet untuk menunjang proses belajar kami,” kata Mukhlis.

Laporan: Mustakim, Alumnus Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki