Jubir PA: Semoga Erdogan ke Aceh Lagi, Wali Nanggroe akan Sambut

Adi Laweueng (Suadi Sulaiman). Foto: Ariful Azmi Usman.
BANDA ACEH - Kemenangan AKParti pimpinan presiden recep Tayyip Erdogan di Turki mendapat sambutan baik dari berbagai belahan dunia, termasuk Aceh.

Seorang politisi Aceh, Suadi Sulaiman -lebih dikenal dengan nama Adi Laweueng- menaruh harapan pada AKParti dan Erdogan untuk perdamaian dunia, termasuk penguatan budaya di Aceh.

“Hubungan yang paling mendasar antara Aceh dengan Turki adalah komunikasi agama. Kita punya harapan besar kepada AKP dan Erdogan. Saya ingin Turki bersedia memperkuat kembali ahlussunnah wal jamaah di Aceh,” kata Adi Laweueng, Senin malam, 2 Nopember 2015, dalam sebuah wawancara di Banda Aceh.

Adi berharap, dengan kemenangan AKP, Erdogan mampu menyatukan atau memperbaiki OKI (Organisasi Konferensi Islam) karena negara yang berpenduduk Islam dihancurkan oleh pihak sekuler.

“Tuan Erdogan harus menguasai Mekkah lagi. Agama di Aceh hal paling penting, kalau masalah membantu beasiswa untuk anak Aceh, dan sebagainya, itu hal berikutnya. Hubungan Aceh dengan Turki yang paling mendasar adalah sama tujuan hidup, sama agama,” kata Adi Laweueng yang merupakan juru bicara Partai Aceh.

Dengan kemenangan Erdogan, kata Adi, Aceh bisa menjalin lagi hubungan romantisme dengan Turki secara lebih kuat. Kekuatan Islam di Aceh –di Asia Tenggara- dan Turki –di seluruh dunia- harus kembali mempengaruhi dunia.

Sejarah hubungan Aceh dengan Turki sempat terputus. Sekarang, komunitas yang terkecil seperti para peminat budaya, boleh menyambungkannya sehinga generasi Aceh dan Turki di masa kini tahu siapa sahabat setia.

“Antara budayawan Aceh dan Turki harus membentuk forum bersama sehingga kita sama disegani lagi oleh pihak lawan, ciptakan klimak kembali hubungan Aceh dengan Turki,” tegas Adi.

Apabila perlu, kata dia, setelah AKP disahkan menuasai parlemen Turki, Tuan Erdogan menunjungi Aceh, kita akan jumpai Tuan Erdogan dengan Wali Nanggroe.

Adi menceritakan, pada suatu malam, ia berdiskusi dengan seorang mahasiswa Aceh di Turki melalui Bbm.

“Mereka mengagumi bukti sejarah Aceh yang ada di Turki, mereka tersayat hati, tinggal monumen. Mahasiswa Aceh di Turki harus mampu menjabarkan Aceh kembali di sana,” kata Adi Laweueng.*

Laporan Thayeb Loh Angen
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki