Konsep Aceh Baru

Filsuf Islam Al Farabi

Oleh Thayeb Loh Angen
Aktivis Kebudayaan, Penulis buku Aceh 2025

Definisi Aceh Merdeka sudah waktunya diganti, dari merdeka dalam arti politik semata, menjadi merdeka dalam arti peradaban. 

Aceh baru merupakan Aceh yang mandiri dan terlepas dari ideologi negara Kesultanan Aceh Darussalam, negara Aceh Sumatra yang dicetuskan oleh Hasan Tiro, atau sistem negara yang tunduk pada penjajahnya.

Konsep Aceh Baru, Aceh yang dimaksudkan merupakan sebuah wilayah dalam peta bumi di Pulau Sumatra, bukan nama sebuah suku bangsa. Aceh bisa maju dengan penduduknya mandiri, makmur, beradab, dan terhormat.

Dalam konsep ini, status Aceh dalam kewilayahan tidak penting. Aceh bisa maju dengan status apapun. Aceh bisa maju, baik ianya berstatus sebagai sebuah propinsi, sebuah kabupaten, sebuah kecamatan, sebuah mukim, bahkan sebuah kampung sekalipun.

Aceh bisa maju walaupun statusnya berada dalam wilayah negara lain, tidak mesti menjadi negara yang berdaulat secara politik atau “Aceh Merdeka” sebagaimana diserukan oleh seorang pakar politik dunia lulusan Universitas Colombia Amerika Serikat, yang juga sastrawan, Hasan Tiro.

Dengan keadaan Aceh sebagai sebuah propinsi di negara luas yang miskin, banyak hutang, dan pejabatnya korup, ditambah perjuangan membutuhkan simpati dari negara yang pada dasarnya terlibat dalam menghancurkan Aceh di abad lalu, tidaklah mungkin bisa dijalankan.

Aceh tidak perlu status sebagaimana yang ditulis di dalam MoU Helsinki, yakni mengatur diri sendiri atau self govement karena hal itu masih pada kubangan politik. Selama obsesi orang-orang masih pada politik, maka selama itu pula Aceh dapat dihina oleh orang lain.

Aceh Baru mendasarkan dirinya pada ilmu pengetahuan yang mengambil hikmah kemanusiaan dan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Aceh Baru merupakan laboratorium pengetahuan. Siapapun yang bisa mewujudkan ini, dialah yang wajar diangkat menjadi pemimpin.

Lupakanlah orang-orang yang berkampanye ingin menjadi penjabat atas dasar perpolitikan. Zaman mereka harus segera diakhiri dengan bijaksana. Lupakanlah mereka karena orang-orang itu hanya membawa Aceh pada kubang kebodohan, miskin, dan terancam.

Tinggalkanlah orang-orang partai politik dan carilah cendikiawan atau orang yang punya impian besar, memiliki konsep, memiliki sifat jujur, menyayangi sesama manusia dan alam, dan takut pada Tuhan.

Pasang baik-baik telinga, pandangan, perasan, dan pikiran kita ke arah orang-orang, temukan siapa di antara  mereka yang memiliki konsep memandirikan Aceh yang terpisah dari politik.

Temukan orang yang bisa mengangkat derajat kehidupan Aceh hanya dengan memanfaatkan manusia Aceh yang ada sekarang, hanya dengan mengolah apa yang ada di atas bumi bukan menguras kandungan alamnya.

Apabila ada orang demikian, maka ikutilah dia. Dia akan membawa kita pada cahaya masa depan, Aceh yang beradab. Definisi Aceh Merdeka sudah waktunya diganti, dari merdeka dalam arti politik semata, menjadi merdeka dalam arti peradaban.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki