Hikayat Kasih: Pertemuan itu Mubah Perpisahan adalah Wajib



Pertemuan itu mubah
perpisahan adalah wajib

Karya Thayeb Loh Angen

Perasaan yang kualami ini dirasakan juga oleh setiap anak manusia walaupun usaha yang kami lakukan untuk menyempurnakannya tidak sebesar perjuangan Adam dan Hawa.

Pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan, namun perpisahan yang bagaimana dan kapan? Sebuah hubungan yang berhasil hanya dihentikan oleh sebab alamiah seperti kematian. Setiap pencinta ingin senantiasa bersama dengan sesuatu atau seseorang yang dicintainya. Ia tidak ingin berpisah darinya, walaupun itu tidak mungkin.

Pertemuan itu mubah, namun perpisahan adalah wajib.

Sesuatu atau seseorang yang pernah bertemu pasti akan berpisah. Oleh karena itu, aku ingin, walaupun tidak mudah untuk melakukannya dengan sempurna, membahagiakan orang yang kucintai selama aku dan dia masih sama-sama berada di atas bumi ini.

Aku ingin bahagia dengan membahagiakan orang yang kucintai. Apabila aku yang lebih dahulu meninggalkannya karena sebab alamiah maka ingatannya tentang kebersamaan kami adalah kebahagiaan. Begitupun apabila ia yang meninggalkanku terlebih dahulu karena sebab alamiah, niscaya tidak ada kesalahan yang perlu disesali, walaupun perpisahan terasa amat menyakitkan, sehingga memohonkan kepada Tuhan supaya diberikan kesempatan kedua untuk bisa membahagiakan yang telah tiada.

Semua orang yang masih punya sifat manusiawi senantiasa menginginkan ini. Sebagian bisa melakukannya sebagian lagi tidak. Aku ingin termasuk di dalam bagian orang-orang yang mampu membahagiakan orang yang dicintainya.

Pemahamanku tentang cinta hanyalah sedikit. Aku bukan pencinta yang baik dan tidak bisa belajar dengan cepat untuk mampu memahaminya.

Aku tidak akan menuliskan maksud dari kata cinta di sini karena beberapa orang sebelumku telah memaknainya. Secara umum, pemaknaan mereka bisa disetujui oleh sebagian orang dan sebagian orang tertentu akan menolaknya.

Pemaknaan maksud dari kata cinta bersifat filosofis, sementara tulisanku ini tidaklah bertujuan untuk itu, melainkan demi memperkaya kisah cinta. Kisah cinta. Benar, kisah cinta.

Ada yang terlewatkan dari perhatian orang-orang bahwa kisah cinta yang sering kita dengar adalah cerita rekaan, itu pun hanya beberapa saja yang ada. Kisah cinta yang benar-benar terjadi dan menakjubkan hanya terekam di ingatan para pencinta itu sendiri. Jarang ada orang yang mampu berbagi kisah pribadi dengan penduduk dunia, karena ada rahasia yang memang harus dibawa mati.

Di sini, aku membagikan beberapa kisah sederhana sebagai persembahanku untuk kekasih. Inilah hadiahku yang terindah dan terbesar kepadanya, sebuah hadiah yang kiranya kuharapkan pula turut menghibur orang lain, baik di masa kami masih di atas bumi ini maupun di zaman kami sudah di dalamnya. Turunan kami atau siapa saja yang membaca ini di kemudian zaman pun akan bisa mengingat tentang sesuatu yang pernah terjadi di masa pendahulu mereka. Aku ingin ia dan mereka bahagia.

Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki