Manisnya Untung Kelapa Muda

Pedagang berjualan air kelapa muda di ujung Jalan Imam Bonjol yang berjarak 200 meter dari Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, 28 Mei 2015. Penjualan ini merupakan salah satu usaha rakyat kecil perlu diberdayakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Foto: Muhajir.
Banda Aceh - Berjualan air kelapa muda di ujung Jalan Imam Bonjol yang berjarak 200 meter dari Mesjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh merupakan salah satu usaha rakyat kecil yang seharusnya diberdayakan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Salah seorang penjual air kelapa muda, Aldi (32) mengatakan tempat mereka berjualan tersebut sudah ada semenjak puluhan tahun yang lalu.

“Tempat ini sudah ada sebelum tsunami 26 Desember 2014. Saya sendiri baru berjualan disini sekitar 6 tahun,” ujar Aldi, kala ditemui Muhajir, siswa Sekolah Hamzah Fansuri, Kamis malam, 28 Mei 2015.

Menurut Aldi, karena banyaknya permintaan pembeli, untuk pasokan kelapa muda biasanya mereka datangkan dari luar kota Banda Aceh.

“Kelapa muda biasanya kami pesan 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Kami pesannya dari Melaboh, selain kualitas yang tidak mengecewakan, jumlahnya juga selalu bisa dipenuhi,” ujar Aldi yang berjualan dari jam 09.00 hingga jam 10.00 malam.

Ia menambahkan, dengan harga Rp 6.000/butir, dalam sehari mereka mampu menjual hingga 150 butir. Bahkan di akhir pekan menurutnya bisa mencapai 250 butir.

“Selain kelapa muda biasa, kami juga menyediakan kelapa muda khusus yang diyakini masyarakat bisa menurunkan panas dalam. Untuk kelapa muda jenis ini, kami jual di atas harga normal,” tandas Aldi.
 
Berita Langsung ini ditulis sebagai tugas Kelas Sastra Dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri
Penulis : Muhajir
Editor : Nazarullah
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki