Kedai Kopi Jadi Tempat Belajar

Kegiatan Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri di kantin SMEA Lampineung, Banda Aceh, Jum’at 12/06/2015. Pertemuan ini merupakan yang terakhir kali sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1436 H. Setelah hari raya Idul Fitri akan dilajutkan dengan pelajaran sastra. Foto: Muhammad Reza.

Banda Aceh - Sekolah Hamzah Fansuri kembali gelar kegiatan belajar menulis di kantin SMEA Lampineung, Banda Aceh, Jum’at 12/06/2015. Pertemuan ini merupakan yang terakhir kali sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1436 H.

 Thayeb Loh Angen, Kepala sekaligus Pengajar Sekolah Hamzah Fanshuri menuturkan, memilih warung kopi sebagai tempat belajar bertujuan untuk menarik perhatian generasi muda agar jangan hanya dijadikannya sebagai tempat nongkrong, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai wahana belajar.

 “Kita harus mengubah kebiasaan masyarakat Aceh secara perlahan-lahan, supaya mereka memanfaatkan warung kopi dengan sebaik-baiknya. Sebab, selama ini orang-orang luar mengenalnya dimanfaatkan hanya untuk bersantai dan didominasi oleh pengangguran yang malas, padahal tidak sedemikian rupa,” tambah Thayeb yang juga aktivis di PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki).

 Senada dengan itu, salah satu siswa Sekolah Hamzah Fansuri, Fira Zakia, mengatakan warung kopi di Banda Aceh kebanyakan sudah mempunyai fasilitas untuk kegiatan-kegiatan seperti rapat, seminar, worshop dan lain-lain. Menurutnya, tempat yang tersedia sangat cocok untuk acara-acara sederhana.

“Belajar di sini memberi kesan yang berbeda dengan di tempat biasanya, sangat jarang bisa menikmat kopi sambil belajar, selain itu yang menarik adalah pelayanannya sangat bagus, ruangan juga dilengkapi mesin pendingin (AC),” kata Fira.nzr
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki