Griya Schizofren Aceh Ajarkan Kaligrafi untuk Pasien Jiwa

Komunitas Griya Schizofren Aceh mengadakan Hari Kreativitas di Rumah Sakit Jiwa Aceh, Banda Aceh, Minggu (31/05/2015). Kreativitas yang dibuat oleh komunitas kali ini berupa kaligrafi Arab dengan bahan dasarnya pasir. Foto: Zafira.
Banda Aceh - Sejumlah pemuda-pemudi yang tergabung dalam Komunitas Griya Schizofren Aceh mengadakan Hari Kreativitas di Rumah Sakit Jiwa Aceh, Banda Aceh, Minggu (31/05/2015). Kreativitas yang dibuat oleh komunitas ini berupa kaligrafi Arab dengan bahan dasarnya pasir, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Kegiatan kreativitas ini diikuti oleh tujuh pasien Rumah Sakit Jiwa binaan komunitas Griya Schizofren Aceh. Kreativitas yang dihasilkan oleh pasien binaan tersebut nantinya akan dipamerkan pada saat seminar Griya Schizofren Aceh yang akan diadakan pada tanggal 9 Juni mendatang.

Khalida Zia (20), penanggung jawab kegiatan, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan pasien jiwa oleh komunitas Griya Schizofren Aceh, dengan adanya kreativitas berupa kaligrafi yang dibuat oleh pasien jiwa, dapat membuktikan bahwa orang yang pernah mengalami gangguan jiwa, juga mempunyai kreativitas dan dapat menghasilkan karya seni.

“Hasil dari kaligrafi yang dihasilkan oleh pasien jiwa akan kita perbagus dengan membuat bingkainya, kemudian selain dipamerkan, juga akan kita tawarkan kepada pejabat pemerintahan dan orang-orang yang tertarik untuk membelinya,” ujar Zia.

Zia juga mengatakan, kegiatan kreativitas membuat kaligrafi untuk ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) baru pertama kali dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Aceh.

“Hasil penjualan produk kreativitas dari pasien jiwa ini akan disumbangkan kepada pasien dan untuk biaya operasional kegiatan komunitas Griya Schizofren Aceh” ujar Mahasiswi FISIP Unsyiah ini.

Sementara menurut salah satu pasien jiwa binaan komunitas Griya Schizofren, Mr. M (30) mengatakan, sangat senang dengan keberadaan komunitas Griya schizofren Aceh di tengah-tengah mereka, apalagi selama ini mereka tidak mendapat pembekalan pengembangan kreativitas dari komunitas semacam ini.

“Biasanya kami jam segini tidak ada kegiatan apa-apa, tapi berkat kunjungan komunitas Griya Schizofren Aceh, kami bisa belajar membuat kaligrafi,” ujar Mr. M yang sudah empat bulan menjalani proses pemulihan jiwa di RSJ Aceh.

Dia juga mengatakan, kegiatan ini harusnya rutin dilakukan oleh komunitas Griya Schizofren Aceh, agar dia dan beberapa pasien binaan lainnya bisa mahir dalam membuat kaligrafi.ryg
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki