DPR Aceh dan Profesor: Gubernur dan Wagub Aceh Harus Belajar pada Erdogan

(Tengah) Guru Besar UIN (Universitas Islam Negeri) Ar-Raniry, Prof Dr Hasbi Amiruddin menyampaikan pandangannya tentang perkembangan poltik di Turki saat ini pada Simposium bertajuk “Kemenangan Erdogan dan AK Partisi dan Pengaruhnya bagi Dunia Islam”, Senin, 8 Juni 2015, di Gedung Turki Sultan II Selim ACC, Banda Aceh yang dilaksanakan oleh PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki) bersama managemen gedung Turki Sultan II Selim ACC, Banda Aceh. (Kiri) Mahyar dan (kanan) Abdullah Saleh, keduanya Anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Aceh yang ikut memberikan materi bersama profesor. Foto: Ariful Azmi Usman.

Banda Aceh - Gubernur dan wakil Gubernur Aceh diharapkan belajar cara mengurusi wilayah di dalam negeri pada AK Parti pimpinan presiden Erdogan di Turki.

Demikian kata anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Aceh, Mahyar, dalam sebuah Simposium bertajuk “Kemenangan Erdogan dan AK Partisi dan Pengaruhnya bagi Dunia Islam”, Senin, 8 Juni 2015, di Gedung Turki Sultan II Selim ACC, Banda Aceh.

Dalam acara yang dilaksanakan oleh Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT) dan managemen Sultan II Selim ACC tersebut, Mahyar mengatakan, parta AKP pimpinan Erdogan telah berhasil membawa Turki menjadi Negara yang maju.

“Kalau Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh mampu mengikuti cara AKP membangun Turki, insyaallah Aceh bisa cepat bangkit dalam masa perdamaian ini,” kata Mahyar dalam acara yang dipandu oleh Teuku Zulkhairi ini.

Pemateri guru besar UIN (Universitas Islam Negeri) Ar-Raniry, Prof Hasbi Amiruddin, menyebutkan beberapa keberhasilan Erdogan dan AKP-nya di Turki.

“Erdogan menyiapkan seorang muda untuk jenderal baru. Lalu ia membuat 12 orang jendral mengundurkan diri dan mengangkat orang muda tersebut. Ini yang tidak dilakukan Mursi di Mesir,” kata Hasbi dalam acara yang juga anggota DPR Aceh Abdullah Saleh menjadi pemateri.

Professor yang pernah meneliti di Turki ini mengatakan, Erdogan fokus membangun negara dan tidak mengatur-atur rakyat, namun rakyat sendiri yang meminta kepadanya untuk menguatkan Islam.

“Erdogan telah menghidupkan dayah agama dan gratis semuanya, menggalakkan halaqah. Lulusan itu dipekerjakan di pemerintah, yang dulu dilarang, ia pun memboleh salat di kantor-kantor pemerintah,” kata Hasbi.


 Hadirin Simposium bertajuk “Kemenangan Erdogan dan AK Partisi dan Pengaruhnya bagi Dunia Islam”, Senin,
8 Juni 2015, di Gedung Turki Sultan II Selim ACC, Banda Aceh yang dilaksanakan oleh PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki) bersama managemen gedung Turki Sultan II Selim ACC. Foto: Ariful Azmi Usman
Hasbi mengatakan, Erdogan menggalakkan industri kecil yang memenuhi kebutuhan rakyat banyak dan membangun universitas teknologi dan membuat pabrik secara bersamaan.

“Erdogan menurunkan bunga bank. Mendapat banyak dukungan, menjadikan pasar orang Iran. Iran diembargo. Minyak Iran pun dijual ke luar negeri atas ama Turki. Dalam politik internasional, Erdogan berani menentang siapapun yang salah. Ia berani secara terang-terangan mengatakan As-Sisi salah yang didukung Israel,” kata Hasbi.

Professor menegaskan, Turki ingin masuk Uni Eropa (UE) walaupun Erdogan tahu akan rugi masuk apabila menjadi anggota UE karena ekonomi Turki jauh lebih baik. Tetapi, Erdogan bersikeras supaya Turki menjadi anggota UE supaya Negara bekas Negara adidaya Turki Usmani itu bisa menguasai Eropa.

Profesor mengatakan rakyat Turki religious, tetapi Erdogan tidak mengubah ideologi sekuler di Negara itu karena akan ditentang oleh orang sekuler. Erdogan menyadari tidak penting nama, tapi pada tindakannya. Ia mengubah penafsiran orang terhadap sekuler.tla
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki