10 Tahun Sebelum 2025


2025 sebagaimana judul sebuah novel "Aceh 2025" yang diluncurkan pada 12 Februari 2015 adalah angka yang mengandung permainan arti dalam ilmu penanggalan dunia.

Para mistikus angka ada yang menganggapnya suci (sacral). Sebuah abad berjumlah 100 tahun, maka 25 tahun adalah seperempat awal abad 21 Masehi. Menurut mereka, mistik angkanya adalah: 2025, 4, dan 21. Novel Aceh 2025 ditulis selama 4 tahun di bagian awal abad 21 Masehi. Benarkah itu?

Pemilihan angka 25 untuk judul buku ini bukanlah sebuah kesengajaan. Awalnya buku itu ingin diberi judul "Aceh 2021", akan tetapi karena terlambat selesai, maka angkanya harus ditambah supaya ada jeda 10 tahun dari masa buku itu diluncurkan dengan masa yang disebut di dalamnya. Maka jadilah Aceh 2025.

Apakah 2025 tahun terpenting di dalam cerita tersebut? Ternyata yang menjadi bagian awal penyebab perubahan secara menyeluruh di Aceh dari rangkaian tahun di dalam cerita itu adalah sesuatu yang terjadi pada tahun 2020, sebuah revolusi. Revolusi Putih. Revolusi yang lahir karena kemarahan yang amat sangat dan dilampiaskan secara cerdas.

Siapa yang marah, karena apa, kepada siapa? Cerita ini mengemukankan bahwa rakyat marah besar terhadap penjabat pemerintah dan penguasa ekonomi secara kejam (feodal) yang bermain-main atas nama rakyat dan negara. Revolusi itu mengubah sistem pemerintahan di Aceh sehingga sebuah peradaban baru terbentuk. Orang-orang pun bertanya, apakah itu akan benar-benar terjadi?

Yang terpenting dari isi cerita "Aceh 2025" adalah sistem pemerintahan, ekonomi, budaya, pendidikan, politik, dan sebagainya. Penerbit Yatsrib Baru ingin mengundang para ahli di masing-masing bidang tersebut untuk mengungkapkannya sehingga misteri "Aceh 2025" akan lebih terkuak di masa kini.

Oleh Thayeb Loh Angen, penulis novel Aceh 2025.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki