Thayeb Loh Angen Dirikan Sekolah Hamzah Fansuri

Peserta Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri mengikuti pelajaran pertama tentang menulis berita langsung yang disampaikan Thayeb Loh Angen, di ruang tertutup kantin SMEA, Lampineung, Banda Aceh, Selasa, 5 Mei 2015. Kegiatan tersebut dikoordinir oleh Muhajir Ibnu Marzuki. Foto: Rahmatullah Yusuf Gogo.


Banda Aceh - Budayawan sekaligus sastrawan asal Aceh yang saat ini berdomisili di Banda Aceh, Thayeb Loh Angen resmi mendirikan sekolah menulis yang dinamakan Sekolah Hamzah Fansuri (SHF) sekaligus ditandai dengan belajar pertemuan pertama di ruang tertutup Kantin SMEA Lampineung, Banda Aceh, Selasa (5/5/2015).

Di sela-sela kegiatan belajar mengajar Thayeb Loh Angen mengatakan, pendirian sekolah ini bertujuan mendidik genarasi muda-mudi Aceh untuk gemar menulis, terutama menyangkut kebudayaan dan sejarah di Aceh yang saat ini telah banyak dilupakan, bahkan sejarah Aceh banyak ditulis selain orang Aceh.

Kelas menulis ini diikuti oleh mahasiswa dan sarjana dari beberapa perguruan tinggi di Banda Aceh. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan menulis ini, selain diselenggarakan secara cuma-cuma atau gratis, kegiatan menulis di Sekolah Hamzah Fansuri juga memakai metode belajar praktek langsung dan minim teori.

“Saya sangat antusias mengikuti proses belajar mengajar di Sekolah Hamzah Fansuri, karena Bang Thayeb Lhoh Angen di sela-sela kegiatan belajar juga membahas masalah budaya dan sejarah yang sama sekali saya tidak tahu sebelumnya, ini sangat menarik dan seharusnya kita sadar apabila orang Aceh ingin menulis, maka tulis dulu sejarah Aceh, karena yang ditulis sekarang belum sehebat sejarah Aceh aslinya,” tutur Zulkausar Barazi, salah seorang peserta di Sekolah Hamzah Fansuri.


Sementara menurut Nazarullah, peserta Sekolah Hamzah Fansuri lain juga seorang mahasiswa UIN Ar-raniry, menuturkan bahwa dia mengikuti belajar menulis di Sekolah Hamzah Fansuri karena menyukai metode belajarnya yang sangat berbeda, di Sekolah Hamzah Fansuri memakai metode belajar praktek langsung, dan sangat sedikit teori. Di dalam kelas bang Thayeb Loh Angen sedikit memberikan teori, dan setelah itu langsung buat latihan menulis.


Kelas menulis Sekolah Hamzah Fansuri akan diselenggarakan selama lima minggu, dan setiap satu minggu ada dua kali pertemuan, pertemuan pertama belajar menulis dalam kelas sekaligus buat latihan langsung. Sedangkan di pertemuan kedua dalam minggu yang sama, akan membedah tulisan tugas peserta Sekolah Hamzah Fansuri. Dengan metode ini diyakini para peserta dapat dengan cepat menguasai ilmu menulis.ryg


Ditulis oleh Rahmatullah Yusuf Gogo, untuk latihan menulis berita di kelas menulis Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri, Banda Aceh, Selasa, 5 Mei 2015.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki