PKL Menyulap Terminal Kedah untuk Berjualan di Malam Hari

Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan sepatu pada malam hari di terminal labi-labi Kedah, Banda Aceh, (8/5/2015). Foto: Muhajir.
Banda Aceh - Terminal labi-labi kedah yang dulunya terkesan negatif dengan banyaknya berkeliaran para wanita malam dan waria, kini suasananya 180 derajat berubah. Semenjak Februari 2015 pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di pinggir jalan di seputaran kota Banda Aceh memanfaatkan terminal labi-labi Kedah pada malam hari sebagai tempat mereka berjualan.

Salah seorang pedagang, Nasruddin mengatakan mereka berjualan di terminal labi-labi Kedah karena sebelumnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melarang mereka berjualan di pinggir jalan.


“Penggunaan terminal di malam tempat berjualan, merupakan hasil kesepakatan Muspida kota Banda Aceh,” ujar Nasruddin yang sedang menyusun barang dagangannya kala ditemui Jum’at malam (8/05).

Nasruddin juga mengatakan berprofesi sebagai pedagang kaki lima adalah hal harus mereka jalani walaupun selama ini mereka dianggap sebelah mata dan sering kejar-kejaran dengan petugas satpol PP.

“Menjadi pedagang kaki lima merupakan pilihan kami. Inilah cara yang halal bagi kami dalam mencari rezeki,” ujar Nasruddin yang sudah 3 tahun menjadi pedagang kaki lima di kota Banda Aceh.
Senada dengan itu, pedagang lainnya Muharram mengatakan dengan berjualan di kaki lima, mereka bisa membantu keringanan ekonomi keluarganya.

“Walau tidak banyak, Alhamdulillah rezeki yang kami dapatkan bisa membantu keluarga dan menyekolahkan adik di kampung,” ujar Muharram yang baru setahun mengadu nasib di Banda Aceh.
Muharram berharap pemerintah kota Banda Aceh agar bersikap baik dan ramah terhadap PKL. Menurutnya PKL bukan sumber masalah bagi kota Banda Aceh bahkan ini menjadi daya tarik kota Banda Aceh.

“Kami sebagai rakyat kecil hanya bias berharap pemerintah mempunyai sedikit perhatian terhadap kami. Walaupun pemerintah tidak bisa membantu kami dalam permodalan, paling tidak berilah kami sedikit kebebasan dalam berjualan,” harapnya.
Ditulis oleh Muhajir, sebagai tugas menulis Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki