Penyergapan di Limpok Resahkan Warga

Pencarian anggota Din Minimi di Limpok, Aceh Besar.
Foto: aceh.tribunnews.com
Banda Aceh - Pasca penyergapan anggota Din Minimi, Kamis, (07/05), keadaan warga masyarakat Limpok terlihat tidak kondusif seperti hari-hari biasanya. Suasana masyarakat yang sebelumnya terlihat ramai di malam hari, sejak terjadi penyergapan itu aktifitas warga terlihat sepi.

Saiful (25), salah seorang warga Limpok mengatakan warga sekitar ketakutan melihat penyergapan yang mengingatkan penduduk sekitar pada masa konflik. Menurutnya, warung-warung yang biasanya diramaikan warga menjelang tengah malam sudah ditutup, mereka sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Trauma masa konflik sepuluh tahun silam membuat kami takut, terlebih melihat saat penyergapan itu aparat yang menyisir di gampong kami melepaskan tembakan terhadap yang diduga anggota Din Minimi tersebut,” ujar Saiful.

Penduduk Gampong Limpok yang lain, Ismail (45), mengatakan warga sangat resah. Seperti diketahui, katanya,saat penyergapan itu, ada dua orang yang diduga anggota Din Minimi, yakni Zalfanis alias Teungku Plang dan Komeng.

"Sebagaimana dikabarkan, Teungku Plang berhasil dilumpuhkan aparat dengan mengalami luka tembak di kaki dan sedang dirawat di rumah sakit, sedangkan Komeng juga tertembak di kaki, tetapi disebutkan berhasil melarikan diri," kata Ismail.

Meskipun demikian, kata Ismail, penduduk setempat sangat mendukung upaya aparat tersebut, mereka berharap aparat segera menangkap tersangka yang masih berkeliaran di gampong itu.

“Semoga kejadian itu tidak terjadi lagi dimasa mendatang dan gampong kami kembali aman seperti sediakala,” tambahnya.


Ditulis oleh Nazarullah, sebagai tugas menulis Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki