Pelajar SHF “Sulap” Taman Ghairah Jadi Tempat Belajar

Kegiatan Belajar Mengajar Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri (SHF) di Taman Ghairah atau Taman Putroe Phang, Banda Aceh, Jumat (15/05/2015). Foto: Fira Zakiya.
Banda Aceh - Taman Putroe Phang atau juga dikenal dengan Taman Ghairah yang biasanya menjadi destinasi wisatawan daerah maupun manca megara, dijadikan tempat belajar oleh sejumlah siswa menulis sastra dan perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri (SHF), Jumat (15/05). Para pelajar yang terdiri dari dua perempuan dan lima lekaki dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh itu, tampak sangat antusias mengikuti kelas tersebut yang dipandu oleh penulis novel Aceh 2025, Thayeb Loh Angen.

Sejumlah siswa tersebut mengambil tempat di bangku bawah pohon besar, tempat biasanya digelar aneka seni dan musik akhir pekan oleh sejumlah siswa dan komunitas seni di Banda Aceh.

Thayeb Loh Angen (36) yang merupakan pengajar di kelas tersebut mengatakan, tujuan digelarnya kelas di Taman Putroe Phang adalah untuk melanjutkan program awal Sekolah Hamzah Fansuri yang memang kelasnya diproritaskan di alam terbuka dan juga di sejumlah tempat wisata bersejarah.

“Dengan diadakan kelas di alam terbuka, membuat peserta belajar sedikit santai. Apalagi peserta di sini telah terbiasa dengan ruangan tertutup di tempat kuliah. Jadi dengan mereka belajar di Sekolah Hamzah Fansuri, akan mendapat suasana yang berbeda,” ujar penulis novel Teuntra Atom ini.
Kegiatan Belajar Mengajar Kelas Sastra dan Perkabaran
Sekolah Hamzah Fansuri (SHF) di Taman Ghairah
atau Taman Putroe Phang, Banda Aceh,
Jumat (15/05/2015). Foto: Muhajir.

Sementara Fira Zakiya (23) seorang siswa Sekolah Hamzah Fansuri mengatakan, ia sangat menyukai belajar di alam terbuka seperti di Taman Ghairah dan tidak merasa risih dengan perhatian beberapa pewisata yang sedang berkunjung ke tempat tersebut.

“Saya tidak merasa risih dengan perhatian warga yang sedang berkunjung kesini, maunya saya juga mengajak mereka ikut serta, agar lebih banyak lagi orang-orang Aceh mau menulis, lalu mengenalkan Aceh ke dunia luar melalui tulisan,” papar gadis yang suka menulis cerpen ini.ryg
 
Berita ini di tulis oleh Rahmatullah Yusuf Gogo sebagai tugas di kelas sastra dan perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri, Jumat 15 Mei 2015.
 
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki