Komplek Makam Baiturrijal Kurang Terurus

Daun-daun dan bunga jeumpa keubiru yang gugur berserakan di halaman komplek Makam Baiturrijal (Kandang XII), Banda Aceh, Selasa, 12 Mei 2015. Gambar ini diambil saat kegiatan belajar mengajar kelas sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri berlangsung di sana. Foto: Rahmatullah Yusuf Gogo.

Banda Aceh - Komplek makam Sultan Aceh yang dikenal dengan Makan Baiturrijal (Kandang XII) terlihat kurang terurus dan banyak sampah bertebaran. Dalam kunjungan siswa Sekolah Hamzah Fansuri pada sore Selasa (12/5), para siswa terlebih dahulu membersihan beberapa tempat yang ingin dijadikan lokasi belajar di dalam komplek makam tersebut.

Dalam komplek ini ada beberapa sultan Aceh yang disemayamkan, di antaranya Sultan Alaidin Riayat Syah Al-Kahar dan Sultan Ali Mughayat Syah sebagai pendiri Kerajaan Aceh Darussalam.

Mizuar Mahdi yang merupakan Duta Nisan Aceh, mengatakan komplek makam ini salah satu komplek yang perawatannya masih bagus di antara komplek makan sultan yang lain. Namun dia juga menyayangkan ulah beberapa orang  tidak bertanggung jawab yang telah mencuri beberapa bagian dari batu nisan sultan yang ada dalam komplek makam Kandang XII ini.

“Rasa kurang peduli dan juga krisis pengetahuan mengenai sejarah gemilang Aceh pada masa lalu, telah menyebabkan komplek makan Baiturrijal kurang terurus. Padahal dalam komplek ini terdapat makam pendiri Kerajaan Aceh Darussalam,” ujar Mizuar yang juga sekretaris Mapesa ini.

Sedangkan menurut Mahmudi (30), pengunjung yang datang jauh dari Kalimantan Timur, juga telah mengunjungi beberapa situs sejarah di Banda Aceh, mengatakan situs sejarah di Aceh sangat mudah dikunjungi dan juga biayanya murah. Termasuk, kata dia, ketika mengunjungi komplek makam Kandang XII yang tidak dipungut biaya sepeser pun.

“Saya takjub dengan makam Raja Aceh Darussalam, lebih mewah dan kehebatan Islam di Aceh tempo dulu dapat dilihat dari ukiran ayat al-Qur’an pada batu nisan Raja Aceh. Beda sekali dengan makam raja Kutai yang ada di daerah saya, makam raja Kutai tidak sehebat makam raja Aceh Darussalam,” ujar Mahmudi.

Namun Mahmudi mengaku sangat menyayangkan masalah kebersihan di dalam komplek makam Kandang XII yang terkesan kotor dan tidak terurus. Ia berharap ada campur tangan pemerintah dalam menangani masalah ini.

"Aceh punya anggaran yang cukup besar dari pemerintah pusat, seharusnya bisa mengatasi masalah ini," harapnya.ryg

Berita ini ditulis oleh Rahmatullah Yusuf Gogo sebagai tugas di Sekolah Hamzah Fansuri, di Kandang XII, Banda Aceh, Selasa 12 Mei 2015.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki