Sulaman Pengantin


Bulan gerhana, anak-anak bersenda ria
Ke mana bulanku, Mama?
Ia telah dilumuri darah malam
aku suka merahnya.

Aku meloncat-loncat dalam temaram
tidak ada suara pungguk
tidak ada cahaya malam
tapi mataku bercahaya
aku senang, Mama
bulan itu tidak jatuh ke atasku.
Esok pagi, aku masih punya mata hari.

Aku ingin merah bulan itu
bergambar mawar seperti di bantalku

Mama, siapa yang melukisi bulan
aku ingin di sana ada bebunga aneka warna
ada daun-daun, seperti sulaman di baju pengantin
yang dirindukan dara pada akhir musim.

Mama, di jubah pengantinku
ada sulaman zaman berwarna purnama.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki