Husaini Ibrahim: Saya Sedia Bantu Jurusan Arkelologi UIN

Ketua Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Husaini Ibrahim, M.A di salah satu nissan di Komplek Makam Sultan Asad Syah, di Barieh, Kandang, Kota Bakti, Pidie. Foto: Irfan M Nur.
Banda Aceh - Ketua Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Husaini Ibrahim, M.A, mendukung UIN (Universitas Islam Negeri) Banda Aceh untuk membuka fakultas atau jurusan arkeologi yang dibutuhkan untuk melahirkan arkeolog-arkeolog muda Aceh.

Husaini Ibrahim menyatakan bahwa sudah sejak tahun lalu, ada rencana di UIN membuka prodi arkeologi di Fakultas Adab dan Humaniora. Namun, kata dia, kelanjutan rencana tersebut belum diketahui.

“Fakultas atau jurusan arkeologi penting untuk Aceh. Selain di UIN, USK juga ada rencana membuka jurusan bahsa fakultas arkeologi, baru sebatas rencana. Apabila banyak pihak mendukung, itu akan cepat dibuat, bahkan tahun ini juga bisa,” kata Husaini yang merupakan dosen FKIP Sejarah USK.
Ketua Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Husaini Ibrahim, M.A, dan mahasiswa sejarah dan kebudayaan Islam Ahmad Ziadi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Banda Aceh, Ahmad Ziadi, di Lhok Kaju, Indrajaya, Pidie. Komplek pemakaman sudah dijadikan tempat asah parang. Foto: Irfan M Nur.

Kata Husaini, Aceh memiliki banyak benda arkeologi Islam sehingga universitas perlu membuka fakultas atau setidaknya jurusan arkeologi.

“Semoga pihak rektorat membuka pandangan tentang ini dan membuka fakultas atau jurusan arkeologi mulai tahun ini,” kata doctor arkeologi lulusan USM (University Sains Malaysia) ini.pd
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki