Helvy Tiana Rosa: Nisan Aceh Mengilhami Penulis

Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia dan Pendiri FLP -Forum Lingkar Pena- Helvy Tiana Rosa (berdiri, kanan
mengunjungi situs sejarah Aceh Blang Cut, Banda Aceh, Minggu 29 Maret 2015. Kunjungan tersebut didampingi Tim Mapesa dan PuKAT, Deddy Satria (berdiri kiri), Mizuar Mahdi (duduk belakang), Thayeb Loh Angen (duduk depan). Foto: Muhajir Ibnu Marzuki diambil dari dok. HTR.
Banda Aceh - Penerima anugerah perempuan Islam paling berpengaruh di zaman ini (The World's Most 500 Influential Muslims, Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordan (2013 - 2015), Helvy Tiana Rosa, mengunjungi situs sejarah Aceh di gampong Suka Damai dan Blang Cut, Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu (29/3/2015).

Kunjungan sastrawan nasional tersebut didampingi oleh tim Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) dan PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh). Helvy yang juga pendiri organisasi kepenulisan FLP (Forum Lingkar Pena) ini mengaku tertarik dengan bukti sejarah Aceh tersebut karena terdapat syair (puisi) berisi nasehat untuk kehidupan yang ditulis dengan seni tinggi.

“Ini adalah bukti bahwa di masa silam orang kita memiliki kemampuan seni tinggi, lebih tinggi dari pada seni orang sekarang. Ukiran-ukiran di nisan ini menjadi inspirasi bagi penulis. Ini luar biasa. Ini harta kita (Aceh dan Islam -red),” kata Helvy yang merupakan anak pencipa lagu asal Aceh, Amin Ivos.

Dalam kesempatan tersebut, Helvy mengunjungi kompleks makam tokoh perempuan Tun/Tuan Besar binti Meurah Apang Sali wafat Ahad 28 Ramadhan 957 H/1550 M, di gampong Blang Cut, Lueng Bata, Banda Aceh, setelah sebelumnya mengunjungi kompleks makam di Suka Damai.


“Saya akan meminta kawan-kawan untuk menjadikan seni di nisan-nisan tersebut sebagai inspirasi dalam menulis,” kata Helvy yang sehari sebelumnya menghadiri bedah bukunya Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) dan deklarasi Sahabat Mas Gagah wilayah Aceh oleh UKM Unsyiah Almudaris untuk keperluan mewujudkan KMGP menjadi sebuah film layar lebar.


Ketua Mapesa, Muhajir Marzuki, yang ikut mendampingi Helvy mengatakan, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus mensosialisasikan pentingnya pelestarian situs sejarah untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan sejarah Islam.


“Kami sangat berbangga dan berbahagia atas keluangan waktu Ibu Helvy untuk mengunjungi situs sejarah Islam yang bagi sebagian orang tidak menganggapnya penting. Ini merupakan suatu penghormatan bagi kami,” kata Muhajir di hadapan Helvy dan tim Mapesa, Mizuar Mahdi dan Deddy Sastria dan aktivis PuKAT Thayeb Loh Angen.pd
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki