Engkau Laksana Bulan Lagu yang Mencabut Nyawa P Ramlee?

 
Oleh Thayeb Loh Angen
Aktivis PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki)


Acara P Ramlee 27 02 2015
P Ramlee bernama asli Teuku Nyak Zakaria bin Teuku Nyak Puteh. Ia adalah seniman besar Asia, turunan Aceh yang berkarya di Tumasik (Singapura) dan Malaysia). Ia telah melahirkan 359 judul lagu dan 66 film.

Di antara lagunya yang disukai sampai sekarang itu berjudul “Engkau Laksana Bulan”. Di Indonesia, Sheila Majid yang memasyhurkan lagu ini. Baru-baru ini, Titi Dj dan Ayu Ting Ting pun menyanyikan lagu ini.

Namun, sebagian orang di Aceh dan Indonesia sekarang tidak mengetahui kata asli dari bait terakhir lagu itu. Ada kabar angin, P Ramlee meninggal dunia setelah melahirkan lagu ini, itu diduga karena di dalam syairnya berisi kalimat mengerikan.

Inilah kalimat di dalam lagu itu yang jarang diketahui orang:

Wow wow
Kaucabutlah nyawaku
Oh Tuhanku, mengapakah jadi miskin hidupku
Oh Tuhanku, mengapakah sangat buruk nasibku

Karena kabar angin yang menjadi pameo, dan kemudian menjadi mitos, maka orang Aceh dan Indonesia yang menyanyikan lagu itu, tidak melafalkan bait tersebut atau menggantikan kata-katanya. Termasuk saya sendiri tidak berani mengucapkan kata-kata itu.


Ini bait awal lagu ini:

Engkau laksana bulan
Tinggi di atas kahyangan
Hatiku t’lah kautawan
Hidupku tak karuan.

Terjemahan:

“Sebagaimana bulan di langit yang tinggi hanya dapat kulihat cahayanya akan tetapi tidak bisa kusentuh apalagi kumiliki. Engkau telah menawan hatiku sehingga tidak bisa keluar darinya dan karenanya hidupku pun kacau berantakan”.

Bait setelahnya:

Mengapa ku disiksa
Mengapa kita bersua
Berjumpa dan bercinta
Tetapi menderita.

Terjemahan:

“Apakah alasannya engkau menyiksa diriku dengan keadaan yang seharusnya sangat membahagiakan. Kita berjumpa bercinta. Itu amat membahagiakan bagi kebanyakan manusia, akan tetapi itu menyiksa kita sampai menderita yang amat sangat sangat”.

Benarkah P Ramlee meninggal dunia setelah melahirkan lagu itu dan mengapakah lagu itu dilahirkan? Mungkin saja bait lagu itu berpengaruh sedikit pada alam bawah sadar P Ramlee, namun itu dalam jarak lebih dari sepuluh tahun.

Dalam pandangan saya, P Ramlee melahirkan lagu itu setelah bercerai dengan isteri keduanya Noorizan Mohd Noor di antara tahun 1955 sampai 1961. Setelahnya isteri P Ramlee adalah penyanyi termasyhur Malaysia, Saloma atau Salamah binti Ismail.

Noorizan Mohd Noor adalah isteri seorang bangsawan penguasa di sana yang meninggalkan suaminya untuk kemudian memilih menjadi isteri P Ramlee. Akan tetapi perempuan itu kemudian meninggalkan P Ramlee. Dan itulah awal petakanya.

Setelah itu bangsawan P Ramlee dikucilkan oleh media dan sedikit pengaruh penguasa setempat. Ia jatuh miskin dan meninggal dunia di puncak karirnya. Bahkan Saloma tidak memiliki uang untuk mengurus pemakaman P Ramlee. Baru setelahnya Malaysia mengangkat nama P Ramlee. Lagu terakhir P Ramlee adalah Air Mata di Kuala Lumpur.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki