Dendam Politik, Pemimpin Islam Bangladesh Digantung

Pemimpin oposisi Bangladesh, Muhammad Kamaruzzaman, dalam pengawalan ketat polisi. (Dok. Reuters)

Dhaka - Pemimpin Partai Jamaat-e-Islami yang merupakan partai oposisi Bangladesh, Muhammad Kamaruzzaman, 63 tahun, dihukum mati oleh penguasa negeri tersebut dalam sebuah sidang terencana karena balas dendam politik. 

Demikian kata pejabat sementara Ketua Partai Jamaat-e-Islami, Maqbul Ahmed, yang mendeklarasikan hari Minggu (12/4) sebagai hari untuk mendoakan Kamaruzzaman dan perdamaian. Maqbul mengatakan, pada Senin (13/4), partai itu berencana mengadakan unjuk rasa. 
 
"Ia dibunuh di Penjara Pusat Dhaka setelah Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukannya. Pemimpin kami dihukum mati dengan tuduhan kejahatan perang tahun 1971. Padahal itu perang yang memerdekakan Bangladesh dari Pakistan. Walaupun divonis mati oleh pengadilan, beliau tidak mau meminta pengampunan dari Presiden," kata Maqbul. 

Sebelum pembunuhan berlangsung, pasukan keamanan ditempatkan di sekitar penjara. Semua jalan ke sana ditutup dan tentara berpatroli di ibu kota. Sementara pasukan paramiliter Penjaga Perbatasan Bangladesh disiagakan di seluruh negara untuk mengantisipasi rencana unjuk rasa besar-besaran.ded/cnnindonesia.com 
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki