Syair Jalaluddin Rumi dan Hamzah Fansuri akan Dibaca di Bincang Travelog Istanbul di Unimal

Tasya Annaya, pelajar kelas XI A 3 SMA Negeri 5 Lhokseumawe di Makam Sultan Alaiddin Al Kahhar Yang Agung, Kandang XII, Banda Aceh pada akhir tahun lalu. Dara ini akan membaca puisi Jalaluddin Rumi yang berjudul Karena Cinta di acara Bincang Kebudayaan "Travelog Aceh ke Istanbul: Sebuah Perjalanan Ariful Azmi Usman" di Aula FISIP Unimal, Bukit Indah, Lhokseumawe, Jumat 13 Maret 2015 yang dilaksanakan oleh PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki), Fakultas FSIP Unimal, dan Badan Beasiswa Turki. Foto: Almuzalir.
Lhokseumawe - Syair Maulana Syekh Jalaluddin Rumi dan Maulana Syekh Hamzah Fansuri akan dibacakan di acara Bincang Kebudayaan "Travelog Aceh ke Istanbul: Sebuah Perjalanan Ariful Azmi Usman" di Aula FISIP Unimal, Bukit Indah, Lhokseumawe yang dilaksanakan oleh PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki), Fakultas FSIP Unimal, dan Badan Beasiswa Turki (ytb.gov.tr).

Guru SMA N 5 Lhokseumawe, Almuzalir, mengatakan, dua orang pelajar akan melatih diri untuk membacakan syair dari dua tokoh Islam terkemuka di dunia sufi tersebut.

"Besok (6 Maret 2015 -red), mereka mulai latihan. Tasya Annaya, pelajar kelas XI A 3 akan membaca puisi Jalaluddin Rumi yang berjudul Karena Cinta. Dan Muhammad Zubaili, pelajar kelas XI A membacakan puisi Syair Burung Pungguk karya Hamzah Fansuri," kata Almuzalir.

Muhammad Zubaili, pelajar kelas XI A SMA Negeri 5 Lhokseumawe tengah mendengar penjelasan arkeolog Deddy Satria pada akhir tahun lalu. Remaja ini akan membacakan puisi Syair Burung Pungguk karya Hamzah Fansuri,di acara Bincang Kebudayaan "Travelog Aceh ke Istanbul: Sebuah Perjalanan Ariful Azmi Usman" di Aula FISIP Unimal, Bukit Indah, Lhokseumawe, Jumat 13 Maret 2015 yang dilaksanakan oleh PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki), Fakultas FSIP Unimal, dan Badan Beasiswa Turki. Foto: Almuzalir.
Menurut Almuzalir, dua orang pelajar yang membacakan syair tersebut adalah yang paling aktif ikut penelitian sejarah tingkat pelajar yang ditanganinya pada waktu lalu di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Utara.

"Acara bincang kebudayaan ini merupakan rangkaian kegiatan kebudayaan yang diperbuat oleh PuKAT untuk mengingatkan kembali orang Aceh terhadap hubungannya dengan Turki di masa kesultanan dan masa kini. Kita selipkan puisi sufi karena Turki dan Aceh sama-sama memiliki tokoh sufi terbesar, yakni Jalaluddin Rumi dari Turki dan Hamzah Fansuri dari Aceh," kata lulusan Seni Rupa UGM tersebut.pd
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki