Kekasihku di Bandar Zaman

Puisi Thayeb Loh Angen


Thayeb Loh Angen. Foto: Hermadi Ilyas, 2006.
Banda Aceh di dalam lipatan waktu
telah melahirkan cerita seperti nenek kita
menceritakan kisah-kisah menakjubkan

Yang paling bersejarah bagiku adalah senyumanmu
yang mengembang di antara wajah kota yang kuncup cemberut

Oh, kekasihku
di jalan pulang itu ada barisan nisan yang menindih tertindih
serpihan perang Salib.

Walaupun zaman telah hilang,
masih ada cintaku padamu yang mengungkapkan
bahwa sejarah negeri ini dibangun dengan cinta
bahkan perang sekalipun.

Jangan, jangan biarkan sultan-sultan itu cemburu
pada penistaan ini zaman
Tidak, tidak akan kubuat sultan dan penglima masygul
Sebelum kita mampu mengembalikan kursi emas itu
aku senantiasa mengirimkan surat cinta kepadanya
kutitipkan pada angin barat daya.

Tidak ada musim yang tidak mengenal surat cintaku padamu
tidak ada zaman yang tidak mencatatnya
catatan itu kupahatkan di ingatan waktu.

Banda Aceh 27 Maret 2015
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki