Guruku, Tanda Jasamu Selalu di Hati

Karya Thayeb Loh Angen
 Penulis novel Teuntra Atom dan novel Aceh 2025

  Ditulis untuk dibacakan oleh kemenakan yang baru tamat sekolah dasar, dan ini untuk guru-guruku juga karena dulu aku tidak sempat membacanya.

Anak sekolah dan guru-gurnya. Foto: skpantai.files.wordpress.com
Guruku, sebelum ayahku dan ibuku menghantarkanku ke sekolah ini,
aku belum mengenalmu dan belum mengenal apapun yang engkau ajarkan.
Setelah aku di sini, engkau membimbingku mengenal segala-gala.
Dengan tulus hati, engkau menuntunku sepanjang hari,
berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun.

Kini, apa yang kutahu adalah hasil pelajaran darimu, wahai guru-guruku.
Kini, tahun-tahun pun terlewati, engkau memberiku ijazah,
pertanda kita segera berpisah.

Setelah bertahun-tahun mendidikku, kini aku tidak bisa lagi di sini.
Wahai sekalian guru-guruku, maafkanlah segala salah-salahku.
Terima kasih atas ilmu yang engkau beri,
Jasamu tiada terganti.
Engkaulah pahlawanku, pahlawan sejati.
Tanda jasamu selalu di hati.
Takzimku.
Selamat tinggal.

19 Januari 2015

Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki