P Ramlee Lahir di Paloh Pineung Lhokseumawe?

Kerabat P Ramlee di Lhokseumawe, Khadijah, 2012. Foto: Lodins
Oleh Fitrizal Adek
Guru Pengajian

Pembicaraan dengan Khadijah, isteri daripada adik kandung P Ramlee di Blang Panyang, Lhokseumawe, 2012.

P Ramlee dilahirkan di Paloh Pineung, Lhokseumawe, Aceh. Semasa masih di Lhokseumawe, ia hidup sebagaimana masyarakat kebanyakan walaupun dilahirkan sebagai seorang bangsawan.

Pada masa remaja, P Ramlee yang suka bersama nelayan pun berlayar ke Pulau Pinang, sebuah pulau yang penghuni terbanyaknya adalah orang Aceh di dekat Semenanjung Melaka (Malaysia).

 “Semenjak beranjak ke pulau Pinang, P Ramlee tidak pernah kembali ziarah ke Aceh. P Ramlee pun punya putra tunggal yang bernama Nasir. Nasir yang menjadi tuan tanah di Malaysia jarang berziarah ke tempat di mana orang tuhanya dilahirkan,” kata Khadijah di rumahnya yang terletak di sisi SPBU Blang Panyang, Lahokseumawe, pada 2012.

Khadijah yang pada tahun 2012 telah berusia lebih daripada 80 tahun adalah isteri daripada Muhammad Ali yang merupakan saudara kandung P Ramlee. Khadijah yang bermukim di gampong Blang Panyang, Lhokseumawe. Dari awal tidak pernah bertatap mata dengan P Ramlee, apalagi mengenalnya.

Muhammad Ali adalah adik kandung dari P. Ramlee. Keduanya bertempat lahir di Paloh Pineung, Lhokseumawe. Khadijah dan Muhammad Ali menetap di Tumpok Dalam, tetangga Paloh Pineung. Namun, setelah Muhammad Ali meninggal dunia, Khadijah yang sudah lanjut usia pun berpindah ke Blang Panyang supaya dekat dengan anak cucunya.

Di masa penjajahan Jepang, Khadijah sudah berusia 20 tahun dalam status sudah berkeluarga dan ia sempat menyaksikan penggalian gua-gua di Cot Panggoi yang terletak di utara mesjid Assa’adah Teungku Chik Di Paloh, Paloh Dayah. Cot Panggoi, salah satu bukti-bukti sejarah sejak Jepang berada di tanah Aceh.

Pengakuan Khadijah ini membuat orang mempertanyakan pernyataan orang Malaysia yang menyebutkan P Ramlee lahir di Pangkal Pinang di Pulau Pinang. Dan harus diperiksa data sejarah arkeologis sejak kapan ada nama tempat Pangkal Pinang itu.

Sebagaimana diketahui, Malaysia baru mengangkat P Ramlee setelah bintang Asia Tenggara asal Aceh tersebut meninggal dunia. Semasa hidupnya, P Ramlee pernah dihujat sehingga tujuannya mengangkat film Melayu ke tingkat yang lebih tinggi terkendala. Karenanya lahirlah lagu “Air mata di Kula Lumpur” beberapa saat sebelum ia meninggal dunia.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki