Makam Kandang XII, Peristirahatan Abadi Para Sultan Aceh

Oleh Abdul Azis
Mahasiswa Sosiologi Agama, UIN Banda Aceh
Makam Sultan dan Sultanah Aceh, Kandang XII. Foto: Ariful Azmi Usman.


Sesuai dengan namanya, di dalam komplek makam ini terdapat dua belas makam sultan dan sultanah Aceh Darussalam. Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota membuat makam ini tidak sulit untuk dijangkau. Jalan ke sana bisa ditempuh melalui sebuah jurung kecil di samping pusat perbelanjaan Barata atau melalui jalan Perwira. Makam ini berada di Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.

Makam yang berada di samping mesjid Al-fitrah Keraton dan juga berjarak  500 meter dari Mesjid Raya Baiturrahman ini terdapat 12 makam para raja, yang menurut tertulis di papan nama di sana, antara lain: 

Sultan Syamsu Syah yang memerintah pada (1497-1514 M), Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530 M), Sultan Salahuddin Ibnu Ali Mughayat Syah (1530-1537 M), Sultan Alaiddin Riayat Syah AL-Qahar (1537-1568 M), Sultan Husein Syah Ibnu Sultan Ali Riayat Syah Al-Qahar (1568-1575 M) dan juga makam Malikul Adil yang hidup pada masa Ratu Tajul Alam.

Namun pada masa perang dengan Belanda, dibangun tangsi militer di kawasan seputaran makam, sehingga menutup kharisma makam ini dari pandangan rakyat Aceh.

Kandang Dua Belas ini juga merupakan menjadi bukti betapa Aceh sangat kaya akan seninya. Hal ini terlihat dari batu nisan yang tersusun meninggi terukir amat sangat indah dengan pahatan-pahatan kaligrafinya. Hal tersebut menjadi semakin menarik minat para pelancong untuk datang dan menyaksikan secara langsung keindahan ukiran yang terukir di batu nisan ini.

Saat saya berkunjung ke makam ini, suasananya agak sepi, hanya ada anggota TNI yang sibuk dengan pekerjaannya di kamp mereka, namun demikian makam  ini terlihat  bersih dan asri dengan tanaman kamboja yang tumbuh subur di dalam komplek ini. 

Makam tersusun menyerupai saf dengan tiang-tiang untuk penomoran makam yang semuanya ada dua belas. Atap yang menutupi makam  juga membuat suasana menjadi semakin teduh dan nyaman, hingga bisa membuat para pengunjung berlama-lama di sini. 

Di kandang XII ini juga dimakamkan Sultan pertama Kesultanan Aceh, Sultan Alaiddin Ali Mughayat Syah yang bertakhta mulai tahun 1514-1530 M. Beliau merupakan musuh besar Portugis karena menghalangi invasi Portugis yang sudah memasuki Pasai, Pidie, dan kerajaan Daya.
       
Sultan menyerang Portugis yang mendarat ke dalam wilayah tiga kerajaan ini sehingga dapat membuat Portugis mundur ke Peurulak dan juga ke Aru kemudian mereka melarikan diri ke Melaka. Untuk menjaga kedaulatan Islam di Asia Tenggara, sultan pun menyerang mereka di Melaka dan akhirnya Portugis hengkang ke Goa, India.

Itulah sedikit dari sekian banyak kisah Sultan Pertama Kesultanan Aceh yang  makamnya terletak di Kandang XII, tempat di mana sultan dan sultanan Aceh lainnya dikebumikan dalam damai.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki