Kunjungilah Kandang XII

  Oleh Muhammad Rizki
Mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir, UIN Banda Aceh


Makam Sultan dan Sultanah Aceh, Kandang XII. Foto: Ariful Azmi Usman.
Makam kandang XII merupakan makam para sultan Aceh, sebanyak 12 orang sultan Aceh dimakamkan di tempat ni. Makam ini bertempat di kelurahan Keraton Kecamatan Baiturrahman atau di dalam komplek TNI.

 Makam ini terletak di dalam kawasan komplek perumahan TNI. Tempat ini mungkin susah menarik perhatian masyarakat untuk berziarah, karena mayarakat lebih suka berkunjung ke wisata yang lain yang ada hiburannya, dan kurangnya pemberitahuan, sehingga banyak orang tidak mengetahui makam tersebut.


Ada beberapa nama sultan dimakamkan tersebut, seperti Sultan Syamsu Syah yang memerintah pada tahun 1497-1514 Masehi, Sultan Ali Mughayat Syah memerintah pada tahun 1514-1530 Masehi, Sultan Salahuddin Ibnu Ali Mughayat Syah memerintah pada tahun 1530-1537 Masehi, Sultan Ali Riayat Syah Al-Kahhar memerintah pada tahun 1537-1568 Masehi, Sultan Husain Syah Ibnu Ibnu Sultan Ali Riayat Syah Alqahhar memerintah pada tahun 1568-1575 Masehi, Sultan Malikul Adil pada tahun 1641-1676 Masehi yang hidup pada masa pemerintahan Ratu Tadul Alam Safiatuddin.

Sultan Ali Mughayat Syah inilah yang dapat dianggap sultan yang pertama dari kerajaan Aceh sesungguhnya, dan dia pulalah yang memberlakukan dasar yang kuat bagi perkembangan Aceh selanjutnya. Beliau mengambil alih kekuasaan dari ayahnya Sultan Syamsu Syah dan bersama dengan adiknya Raja Ibrahim mengatur program kerajaan. Dan beliau mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil di Aceh dengan cara mengusir bangsa Portugis dan merebut kerajaan dari tangan Portugis sehingga terbentuk kerajaan yang satu dan berdaulat yaitu Kesultanan Aceh Darussalam.

Makam tersebut memiliki lukisan batu yang sangat indah dipandang, terawat dan utuh sampai sekarang, namun ada beberapa batu nisan yang sudah rusak, mungkin karena pengaruh waktu yang cukup lama. Makam ini juga teratur dengan rapi, dan dilindungi oleh atap di atasnya sehingga tidak basah ketika hujan. Di sekeliling makam ini terlihat sepi dan sunyi, di sebelah kirinya terdapat sebuah mesjid.

Makam ini mempunyai arti yang sangat dalam, mereka yang memimpin Aceh dengan sistem yang sangat bagus yang berlandaskan Islam sehingga Aceh dikenal di mata dunia pada masa itu. Namun sangat disayangkan, generasi penerus hanya sedikit yang mengenang jasa mereka bahkan ada yang tidak mengetahui di mana dan bagaimana jasa mereka. Sepatutnya kita belajar dari sejarah mereka, dan kita harus mengetahui bagaimana cara mereka memimpin sehingga bisa kita merealisasikan pada masa sekarang.

Sudah sepatutnya kita berkunjung ke makam tersebut karena jasa mereka lah Aceh berjaya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki