Banda Aceh Korban Kapitalisme

Baliho dan tugu Kapitalis di pusat kota Banda Aceh. Foto: ekasaputra.com
Banda Aceh sebagai pusat Aceh kini belum lagi mampu menjadikan dirinya sebagai sebuah kota yang Islami, kota yang mencerminkan pengabdian pada Allah Ta'ala. Di pusat kota masih banyak terlihat baliho dan spanduk barang dagangan perusahaan-perusahaan besar yang mengotori wajah bekas ibukota Kesultanan Aceh Darussalam ini.

Bahkan, di seleliling Mesjid Raya Baiturrahman yang merupakan lambang kota -yang dengan angkuhnya mengaku diri ingin menjadi model kota madani ini- pemandangannya masih dirusak oleh baliho-baliho tersebut.

Tugu-tugu di kota ini masih lambang bank, belum diganti dengan pahatan sejarah tokoh Aceh yang telah berjasa di masa Aceh gemilang, sebagaimana Sultan Al-Kahhar, Laksamana Keumala Hayati, dan lainnya.

Banda Aceh belum memperlihatkan niatnya untuk menjadi kota berbudaya sebagaimana kesejatiannya yang telah ada semenjak ratusan tahun silam. Harapan menjadi model kota madani sebagaimana impiannya masih jauh dari kenyataan. Acara-acara yang disebut kebudayaan islami masih diisi oleh nyanyian dan pidato dari artis.

Dalam bidang benda warisan indatu, di sebagian besar wilayah ini masih terlihat nisan-nisan Aceh -yang nisan-nisan itu merupakan satu-satunya yang ada di dunia, bahkan bisa menjadi keajaiban dunia- terlantarkan di rawa-rawa, tersungkur di lumpur-lumpur.

Bangunan-bangunan baik milik pemrintah mahupun milik penduduk di Banda Aceh, hanya sedikit yang terlihat memiliki ciri Acehnya. Acuan dan tauladan hidup telah hilang di mata pemimpinnya. Banda Aceh ingin maju, akan tetapi pengurusnya tidak memiliki arah yang benar sehingga terjebak di dalam kampanye orang lain.

Ke manakah arah jalan kehidupan yang dibangun oleh kota Banda Aceh, ingin menjadi sampah kapitalisme yang sudah menghancurkan kemanusiaan di dunia Barat ataukah ke arah menjadi kota terhormat yang kuat dengan budayanya, ke surgakah ataukah ke neraka?

Oleh Thayeb Loh Angen, aktivis di Pusat Kebudayaan Aceh - Turki (PuKAT).
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki