Agama Apapun Aman di Aceh

Sahnan Ginting
Banda Aceh - Umat selain Islam di Aceh hidup damai dalam naungan Syari’at Islam. Syari’at Islam telah belasan tahun diterapkan di Aceh senantiasa menjaga kerukunan bergama. Pola hubungan umat Islam dengan umat beragama lainnya terjalin begitu baik dan mesra.
Sahnan Ginting, S.Ag, Pembimas Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Prov. Aceh mengatakan, kami tahu bahwa syari'at Islam yang diberlakukan di Aceh sesuai dengan konsep ajaran Islam, yakni hanya untuk umat Islam saja. 

"Walaupun itu hanya untuk umat Islam, namun kami yang bukan umat Islam di Aceh menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat/umat Islam di Aceh,” ujar Sahnan di ruang  kerjanya di Kanwil Kementerian Agama Aceh, Selasa, (9/12).
Sahnan juga mengakui, selama dirinya menjabat sebagai Pembimas Hindu selama tujuh tahun di Aceh, belum pernah ia jumpai adanya keluhan umat Hindu apabila mereka berhubungan dengan masyarakat Muslim di Aceh yang menerapkan syari’at Islam. 

“Dalam agama kami sendiri, kami diajarkan untuk menghormati umat lain, sebab, bagaimana kita menghormati diri sendiri jika kita tidak menghormati orang lain, “ ujarnya lagi.
Sahnan menyebutkan, misalnya perihal berpakaian yang sesuai dengan lingkungan. Menurutnya, berbusana yang sopan itu dalam masing-masing agama sebenarnya sudah ada. Hanya di dalam Islam dijelaskan lebih terang lagi aturan berpakaian yang bernuansa syari’at, misalnya dengan menutupi bagian-bagian tubuh.
“Kami sangat memaklumi penerapan syari’at Islam di Aceh,” kata Sahnan.
Umat Budha Nyaman Hidup dalam Syari'at Islam

Wiswadas
Agamawan Budha, Wiswadas, S.Ag, M.Si, mengakui damai hidup di Aceh meskipun Aceh memberlakukan Syari’at Islam.
“Secara pribadi saya mendukung pelaksanaan syari’at Islam di Aceh, dalam artian pelaksanaan syaria’t Islam benar-benar dilaksanakan dengan tepat sehingga efek dari pelaksanaan syari’at islam bisa memberikan keteduhan, perlindungan dan keamanan bagi umat selain Islam itu sendiri, “ ujar Wiswadas kepada Suara Darussalam, Selasa, (9/12).
Wiswadas punya pengalaman bahwa dirinya bisa berinteraksi dengan warga setiap umat Islam. Menurutnya, umat Islam bisa berbaur dan menghargai, dalam konteks yang sifatnya umum seperti gotong royong, kunjungan orang sakit dan sebagainya. 

"Ini suatu kebiasaan yang lazim nilai-nilai yang berlaku secara universal. Kalau syari’at Islam itu ditegakkan, maka kita tidak akan takut meninggalkan barang-barang berharga kita di depan umum. “ kata Wiswadas.suaradarussalam.com
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki