Di Usia 71 Tahun, Azimar Lahirkan Buku Pertama


Oleh Thayeb Loh Angen
Penulis novel Teuntra Atom ( Terbitan CAJP, tahun 2009) dan novel Aceh 2025 – 1446 H (Terbitan Yatsrib Baru, tahun 2014)

Ini merupakan hal langka, perempuan yang berusia 71 tahun menulis riwayat hidupnya, tepatnya kisah cintanya yang pilu karena suaminya yang hanya sempat 9 tahun bersamanya dan meninggal dalam usia muda karena peristiwa berdarah dan bersejarah.

Tulisan itu dibantu perbaiki oleh jurnalis handal Zainal Arifin M Nur. Buku ini tentang kehidupan seorang dara dan pemuda Aceh yang membina rumah tangga pada masa-masa peralihan dua konflik besar di Aceh, yaitu akhir perang DI TII dan awal meletusnya perang Aceh Merdeka.

Perempuan itu adalah Azimar yang pada tahun 2014 berusia 71 tahun. Dia memulai buku ini dengan kisah tentang awal mula perkenalannya dengan Muchtar Y Hasbi, yang kemudian menjadi Perdana Mentri Aceh Merdeka atau Wakil Hasan Tiro.

Cerita tentang riwayat hidup mereka biarlah dibaca oleh orang di buku tersebut. Di sini saya ingin memperjelaskan mengapa seorang perempuan yang berusia 71 tahun menulis kisah hidupnya. Keinginannya menulis sebuah buku adalah hal terpenting di dalam rangkaian peristiwa terbitnya buku tersebut. Apabila telah banyak buku yang ditulis oleh orang Aceh, maka akan semakin banyak orang Aceh yang suka membaca.

Azimar (kiri) dan Thayeb Loh Angen. Foto: Irfan M Nur.
Alangkah hebatnya apabila banyak orang yang seperti Azimar, mahu menuliskan kisahnya karena kisah pribadi terkait dengan masa di mana orang itu hidup yang dengannya melukiskan zaman tersebut yang akan menjadi ingatan baik bagi generasi mendatang. Orang tuha saja bisa melahirkan buku, bagaimana dengan orang muda.

Tidakkah kita malu apabila belum melahirkan sebuah buku pun? Dari kenyataan Azimar melahirkan buku, saya kian tersadarkan bahwa buku-buku yang kita tulis, sebenarnya untuk diwariskan kepada orang-orang setelah kita sehingga menulislah yang bermanfaat bagi bangsa kita dan siapapun manusia.

Thayeb Loh Angen (kiri) saat acara bedah naskah buku "Perjuangan Janda Mantan PM Aceh Merdeka" karya Azimar dan Co Witer Zainal Arifin M Nur di Banda Aceh, 15 Nopember 2014. Foto: Ariful Azmi Usman.
Di dalam acara bedah naskah sebelum cetak pada 15 Nopember 2014  lalu, saya sempat menanyakan alasan Azimar menulis buku tersebut. Dari jawaban singkat yang diberikannya, buku itu lahir karena cinta dan rindunya kepada suaminya alm dr. Muchtar Y Hasbi. Saya terenyuh. Ternyata cinta telah melahirkan sebuah buku di tangan seorang perempuan berusia 71 tahun.

Beruntunglah kiranya seorang jurnalis handal yang berbaik hati membuat tulisan Azimar menjadi sebuah buku. Apabila saya hanya memiliki sebuah piagam, saya tidak tahu, sebenarnya harus saya berikan kepada siapa, apakah kepada Azimar yang berkeinginan kuat melahirkan sebuah buku tentang kisah cintanya dengan suaminya yang telah meninggal dunia puluhan tahun silam, ataukah kepada Zainal Arifin M Nur yang mati-matian membantu supaya tulisan Azimar menjadi sebuah buku yang menarik dan mudah dibaca yang kemudian diterbitkan. Kedua orang dari dua generasi yang berbeda itu memang hebat. Kehebatan mereka melahirkan sebuah buku yang kiranya menjadi warisan sejarah.

Selamat membaca buku:

Judul: Perjuangan Janda Mantan PM Aceh Merdeka 
- Catatan Azimar (Istri dr. Muchtar Y Hasbi)
Penulis | Azimar
Co Writer & Editor | Zainal Arifin M Nur
Tata Letak | Irfan M Nur
Cover | Jalaluddin Ismail
Copyright ©2014 | Azimar & Zainal Arifin M Nur
Cetakan Pertama | Desember 2014
Penerbit | Bandar Publishing
ISBN | 978-602-1632-36-9
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki