Antara Eungkhui dan Pizza


Oleh Zahraini ZA
Ahli Tata Boga


Hari Minggu adalah hari yang biasanya kusempatkan waktu untuk beristirahat dan juga mencoba resep-resep masakan baru.

Hari ini, Minggu 30 Nopember 2014, aku berencana membuat kue eungkhui karena penasaran dengan bentuk kue ini. Resep kue engkhui itu kudapatkan dari temanku yang menyebutkan bahwa ibunya sering membuat kue tersebut.

Aku bersiap-siap untuk berbelanja dan mencatat semua bahan yang diperlukan untuk membuat kue eunghui. Aku siapkan juga daftar belanja untuk makan siang. Aku berencana belanja di pasar induk Lambaro, Aceh Besar, karena bahan-bahan masakan di pasar induk Lambaro lebih segar dan murah.

Ketika siap sedia mau berangkat, kakak ipar memberikan daftar belanja untuk membuat pizza. Dengan bahannya: Ikan tuna, tepung cakra, telur 5 butir, mentega, fermipan, keju kraf, keju morazela, sosis sonice, paprika hijau dan merah, saus tomat dan saus cabe, susu cair, bawang prei, bawang bombay.

Aku pikir bahan-bahan ini tiadak ada di Lambaro. Aku pergi ke pasar Peunayong saja, kemungkinan di sana ada semua bahan-bahan untuk membuat pizza dan juga sekalian beli bahan eungkhui. Jadi hari ini kau berbelanja dua macam masakan, yakni kulinari Aceh dan kontinental (Eropa). Pizza yang dikenal dari Italia diperkirakan berasal dari makanan bernama Pide, salah satu masakan Turki yang lahir di masa berjayanya Turki Usmani. Bahan untuk membuat pide lebih banyak, rasanya lebih enak, serta lebih dahulu ada daripada pizza.

Sesampai di Peunayong, salah satu pasar besar di Banda Aceh, pertama-tama aku masuk ke pasar ikan untuk membeli ikan tuna bahan pizza dan beli ikan untuk makan siang. Kemudian ke pasar sayur untuk membeli bawang bombay, dan bawang sebagai bahan pizza.

Tiba-tiba terlihat sagu basah (bahan engkhui). Kubeli sagu itu dengan harga sepuluh ribu Rupiah untuk sagu sebanyak tiga kantung plastik. Kebetulan di situ juga ada dijual kelapa dan pisang (bahan eunghui). Gula dan garam memang sudah ada di rumah. Bahan untuk membuat eunghui udah ada semua. Bahan pizza yang belum ada semua, kalau untuk bahan masakan siang sudah ada semua juga.

Kemudian aku ke toko Bogor ( tempat yang menjual smua bahan-bahan utnuk membuat kue). Di toko itu aku membeli bahan pizza yang belum ada seperti keju kraf dan keju mozarela, susu cair, tepung cakra, blue band, sosis, fermipan.

Ketika kuperiksa urutan nama-nama barang yang harus dibelanjakan untuk bahan membuat pizza, paprika belum ada. Bahan ini jenis sayuran-sayuran dan jarang dijual di pasar tradisonal Peunayong. Paprika ada dijual di pasar swalayan bahan sayuran dan daging di Blangrakal dekat harmes mall, jadi bisa dibeli sekalian pulang.

Akhirnya selesailah membelanjakan semua bahan makan siang, bahan untuk membuat kue eunghui dan bahan pizza. Sesampai di rumah aku yang membuat kue eunghui dan kakak ipar membuat pizza. Eungkhui dikukus, pizza dipanggang. Enak mana, pizza atau eungkhui…?
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki