Apa yang Dibanggakan dari Sebuah "Negara Demokrasi"?

Ariful Azmi Usman tatkala mengunjungi kantor berita TRT (Turkish Radio and Television) Corporation di Istanbul, Turki, dalam kegiatan Harman Intership, Agustus 2014.  Foto: facebook.com
Oleh Ariful Azmi Usman

Semakin banyak membaca, semakin banyak tahu bahwa demokrasi adalah sistem yang membingungkan, semakin banyaknya orang yang berdemo berebut kekuasaan, sampai-sampai mereka lupa juga apa itu demokrasi. Isi otaknya adalah uang dan uang.

Perlu dicatat, dalam sistem demokrasi, apapun yang kalian pilih (manusia berbentuk apapun) tetap saja yang kaya tetap kaya, yang miskin tetap miskin, dan yang tidak berpendidikan tetap saja tidak berpendidikan (terkecuali jika mereka berusaha lewat tangan dan kaki mereka sendiri bukan oleh pemerintah).

Lalu kenapa harus begitu membabi buta dalam berfanatik? Sampai-sampai ada orang yang berilmu dan terhormat keluar dari mulut mereka golput adalah haram!

Dahulu ada yang namanya kekhalifahan Andalusia yang berpusat di Spanyol, Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, Bani Abbasiah yang berpusat di Bagdad, dan Turki Utsmani yang berpusat di Istanbul. Setelah Andalusia dan kekhalifahan lainnya runtuh, kekuatan Islam berpusat di Istanbul di bawah kekhalifahan Turki Utsmani, rakyat dan bangsanya maju semaju-majunya peradaban di dunia.

Ketika Eropa masih dalam keterpurukan dan kegelapan, Islam dengan sistem khalifah sudah berperadaban tinggi dan memimpin pemerintahan dunia secara adil dan manusiawi untuk semua umat! Di mana yang susah dibantu yang mampu, yang tidak bisa belajar dibantu negara agar berpendidikan, Di mana kebaikan tersebar dari ujung negeri sampai ujungnya lagi! Di mana rumah sakit bukan penganut paham politik uang! Ketika kepedulian masih ada dan orang tidak mati karena tidak punya uang untuk berobat! Tidak ada yang perlu diragukan, benar?

Al-Andalusia mempunyai pelayanan publik yang adil dan beradab, tidak ada yang namanya kaya dan miskin, tidak ada yang namanya ruang VVIP dan ruangan ekonomi menengah ke bawah, semua sama rata antara yang kaya dan miskin, semua manusia sama! Tapi demokrasi? Silahkan dilihat sendiri!

Sedangkan peradaban barat maju kerena runtuhnya kekhalifahan di Al-Andalus akibat perang salib yang biadab dipimpin oleh Paus Urban II yang sudah kalang kabut melihat peradaban Islam yang begitu besar sedangkan dia sendiri dan bangsa Eropa lainnya hanya sisa-sisa kejayaan Romawi yang sudah dihancurkan oleh pasukan Islam. Tentara salibis merampok sebisa-bisanya, menjarah sebisa-bisanya, membunuh apapun, menghancurkan apapun, dan di sanalah mereka merampok harta kekayaan Islam! Ya... Ilmu pengetahuan Islam.

Haruskah Aku Mencintai Negara Demokrasi ini? No!

Semua orang menginginkan kehidupan yang tolong-menolong, tidak peduli antara yang kaya dan miskin, semua sama dan semua hanya manusia, hidup berdampingan. Inilah Khalifah, di mana dunia berjalan sebagai mana mestinya, hak-hak manusia dijamin oleh para pemimpin mereka bukan diperkosa haknya seperti saat ini.

Kami putera puteri yang masih memegang Kartu Identitas Indonesia tercinta, semua orang sadar dan tahu, negara kami adalah negara besar di dunia dengan kebesaran Allah atas sumber alam dan segala kecukupannya yang diberikan Allah kepada bangsa ini. Namun yang kami dapatkan tidak sebesar apa yang mereka katakan, dan apa yang kami yakini. Inikah demokrasi? Apa yang mau dibanggakan dari sistem yang sebagian 'mereka' menyebutkannya sebagai sistem 'gagal' ini?!.

Ariful Azmi Usman, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), peserta Harman Intership 2014 di Istanbul, Turki, dan anggota Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT).
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki