Makhluk Aceh Pemakan Idealisme

"dalam sepekan (7 hari) mereka hanya makan nasi dalam dua hari, selebihnya 5 hari lagi mereka makan idealisme"


Menurut jenis makanannya, makhluk hidup di Aceh terbagi ke dalam tiga jenis utama, yakni:

1. Omnivora (Pemakan Segala)


Omnivora Aceh telah berevolusi selama masa penjajahan Belanda sehingga kemampuannya dalam mengunyah makanan semakin meningkat. Di masa sebelumnya, jenis makhluk ini hanya memakan daging, tumbuhan dan racikannya yang terhitung lunak atau padat akan tetapi bisa diurai oleh enzin di mulut dan lambung.

Kini setelah berevolusi, omnivora di Aceh bisa memakan semen, jembatan, jalan, rumah sekolah, buku, A-lQuran, mesjid, dan sebagainya. Dalam ukuran penduduk bumi, kemampuan mengunyah makanan jenis omnivora ini menduduki peringkat teratas. Ini menurut hasil penelitian sebuah kafilah peneliti di laboratoriumnya.

Habitat

Makhluk hidup jenis omnivora Aceh ini memiliki habitat yang terhitung mengejutkan, seperti kantor pemerintah, perusahaan-perusahaan, dan tempat serupa lainnya. Bahkan kadang ada juga di masjid dan meunasah.

Populasi

Pertumbuhan (Populasi) jenis ini terhitung cepat dan padat karena cara berkembang biaknya luar biasa. Mereka tidak perlu mengawini lawan jenis di tempat umum seperti anjing jalanan untuk beranak pinak, cukup dengan perasaan serakah yang mereka sembunyikan di balik kata-kata manis bahkan –tanpa merasa berdausa mengucapkan janji dan sumpah dengan- kalimat Tuhan, maka mereka pun beranak yang kelahirannya lebih banyak daripada anak babi di bulan 12 yang hanya selusin. Anak omnivora ini bisa dua lusin tiga lusin dalam sekali kelahiran.

2. Herbivora (Pemakan upah semata)


Jenis herbivora Aceh susah berevolusi, jumlah mereka semakin berkurang dari waktu ke waktu. Iannya memiliki jumlah dengan perbandingan satu per serratus dari Omnivora. Mereka termasuk langka. Sebagaimana namanya, mereka hanya makan tumbuhan, seperti gaji semata tanpa korupsi, laba dari dagang yang jujur, dan semacamnya. Mereka berhabitat di kantor-kantor, di pasar-pasar, dan semacamnya.

3. Idealisvora (Pemakan Idealis)


Jenis ini memang langka, bahkan hampir punah. Cara makan mereka pun agak langka, misalnya dalam sepekan (7 hari) mereka hanya makan nasi dalam dua hari, selebihnya 5 hari lagi mereka makan idealisme demi kemajuan peradaban bangsa. Atau sehari makan nasi, tiga hari makan idealisme tersebut.

Keanehan pola makan ini disebabkan mereka hidup di negeri yang omnivora merupakan penduduk terbanyak, akan tetapi apabila mereka hidup di negeri yang lebih beradab, maka mereka tidak akan bernasib semalang-terlentang di Aceh.

Untuk berevolusi, jenis makhluk hidup ini harus menyeruak belantara, kampung, dan kota, setelah sekian waktu baru menemukan pasangannya, lalu berusaha bernanak pinak dengan jumlah kelahiran yang jarang, akan tetapi ada. Jumlah jenis ini satu per seratus daripada Herbivora dan atau satu per seratus ribu dari Omnivora.

Demikianlah ragam makhluk hidup di Aceh yang dibagi menurut jenis makanannya.

Oleh Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki