Aceh Butuh Pemimpin dan Pegawai Impor Bukan Investor

Presiden Uruguay, José Mujica, kini mendapat sebutan “el presidente mas pobre” atau “presiden termiskin”. Foto: Viva.co.id
Aceh butuh pemimpin dan pegawai serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari luar negeri (impor) bukan investor (penanam modal). Lulusan perguruan tinggi terbaik di dalam dan luar negeri ditambah lagi dengan beasiwa untuk menambah jumlah 'orang sekolahan' itu terbukti belum ada hasil yang diharapkan.


Pelayanan kesehatan buruk, kepedulian terhadap seni dan budaya kurang, bangunan-bangunan buruk, pendidikan rendah, perekonomian fluktuatif dan rawan,dan lain sebagainya. Aceh seperti tidak ada pemimpin. Karenanya, apakah kami harus mengundang orang luar untuk mengurusi Aceh?

Biarkah APBA (Anggran Pendapatan dan Belanja Aceh) kita keluarkan untuk mereka dengan jaminan semua keperluan rakyat terpenuhi dengan baik, tidak diambil oleh beberapa orang saja yang mentalnya telah rusak parah.

Maka dengan itu, mungkin kita harus:

- mengundang orang Finlandia untuk mengurusi pendidikan Aceh
- mengundang orang Dubai untuk mengurusi pembangunan infrastruktur Aceh
- mengundang orang kementrian waqaf Haramain untuk pengeluaran APBA dan bantuan-bantuan aspirasi dan bantuan sosial di Aceh
- mengundang orang Turki untuk mengurusi moral dan sitem politik di Aceh
- mengundang orang Uruguay untuk menjadi gubernur Aceh...?
- mengundang orang Jepang untuk menjadi pegawai pemerintah di Aceh karena PNS di pemerintahan kebanyakan adalah orang-orang malas dan serakah.
- mengundang orang India untuk mengurusi Kebudayaan Aceh
- dll.

Itu hanyalah contoh bahwa orang luar yang telah terpercaya berhasil di bidangnya. Orang Aceh harus berjiwa besar untuk mengundang mereka untuk memperbaiki wilayah atau negeri ini.



Oleh Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki