Sri Maulita Dapat Bantuan KWPSI

Wartawan Peradaban Dunia, Thayeb Loh Angen (tiga dari kanan) dan sineas Irfan M Nur (dua dari kanan), menyerahkan bantuan dari Kaukus Wartawan Peduli Sayriat Islam (KWPSI) kepada Sri Maulita, yatim penderita bocor jantung asal Reubee, Kecamatan Delima, Pidie, yang kini ditampung sementara di rumah wartawan Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, selama masa tunggu waktu operasi tiba di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, (17/07/2014). Terlihat di foto (dari kanan): Abdullah, Irfan M Nur, Thayeb Loh Angen, Sri Maulita, Darma, Juliani, Ifra Munira, Humaira. Foto: Zainal Arifin M Nur.
Banda Aceh - Harian Serambi Indonesia memberitakan sebagaimana laporan Zainal Arifin M Nur, Sri Maulita (14), terlahir dalam keluarga miskin di Gampong Meunasah Daboh, Reubee, Kecamatan Delima, Pidie. Ayahanda daripada Sri Maulita yang bernama Mukhlis Ibrahim telah pun meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun 2011 lalu.

Sejak itulah Sri Maulita hidup bersama ibundanya Darma (32), abangnya Arismunandar (kini berusia 16 tahun dan berstatus siswa MAN Delima), serta adik perempuannya, Khairun Nisa Fitri (12). Dia bersama abangnya, terkadang juga adiknya yang kini duduk di kelas 6 MIN Reubee, ikut bekerja membantu sang ibunda sebagai pekerja upahan di sawah.

Awalnya semua berjalan sebagaimana biasa, sebagaimana kehidupan kebanyakan penduduk fakir dan yatim di pedalaman Aceh. Hingga sejak tiga bulan terakhir, tepatnya pada November 2013, Darma pun melihat perubahan pada diri puterinya.

Sri Maulita yang biasanya ceria pun sering terlihat murung dan kerap menyendiri. Maulita juga tidak lagi mampu mengayuh sepeda untuk menuju sekolahnya di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gampong Aree, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari rumahnya.


SRI Maulita, duduk di pangkuan ibundanya, Darma, ditemani sang adik Khairun Nisa, di rumah mereka, Gampong Daboh Reubee, Kecamatan Delima, Pidie, Jumat (31/01/2014).  Foto: Serambinews.com/Zainal Arifin.
Darma mengatakan bahwa terkadang dirinya menemukan Maulita menangis sendiri. Saat kelelahan waktu pulang sekolah, tubuhnya kerap bergetar dan suhu badannya panas. Du'a untuk kepulihan Sri Maulita masih pun diharapkan dari kita.serambinews.com
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki