Kepada Nasionalis Aceh yang Terasing


Engkau mahu mengajak kami mengangkat senjata lagi?
Simpanlah mimpi itu sebagai penghias tidur siangmu
di musim salju, dingin, dan gugur.

Lihatlah ribuan nyawa yang menghilang paksa,
telah pun disia-siakan,
alasan untuk peristiwa itu kini telah pun ditelan lagi
bagaikan ludah-ludah ular,
setetespun tidak terjatuh ke rerumputan.

Apabila tidak tahu berapa jumlah kematian
yang harus dilalui,
apabila tidak tahu kapan dan bagaimana itu harus berakhir,
janganlah memulai perang.

Apabila tidak mahu menggenggam bara
dengan tanganmu sendiri,
janganlah menyalakan api
di dalam gerimis dan angin kencang.

Sesuatu yang menghilang di atas meja
tidak akan ditemukan di medan perang
atau pidato yang menyala-nyala,
tetapi ianya akan ditemukan di meja yang lain.

Sudahkah engkau begitu terhormat sehingga
sekalian orang harus membuat meja itu kembali
dan engkau di sana mengambil yang telah menghilang?

Oleh Thayeb Loh Angen, Aktivis Kebudayaan.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki