Bagilah Aceh ke dalam 6 Wilayah

Tol. Foto: Antara
Sistem kapitalisme yang membentuk pusat pembangunan di satu titik sudah masanya ditinggalkan. Pembangunan Aceh mesti dibagi ke dalam enam wilayah supaya terciptanya keadilan, pemerataan populasi, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya yang semuanya akan menciptakan peradaban yang seimbang.

Dengan pembagian ini, niscaya tidak ada wilayah yang terpinggirkan dalam bidang apapun. Pemusatan pembangunan pendidikan atau industri ke dalam satu wilayah akan menciptakan kesenjangan sebagaimana yang sudah-sudah sehingga orang-orang berdesakan ke Banda Aceh.

Enam wilayah tersebut, dengan kekhususan masing-masing, telah saya rincikan di dalam novel yang berjudul ‘Aceh 1446 H- 2025 M’ yang dalam proses penerbitan, yang akan sampai di tangan masyarakat, paling cepat pada Agustus 2014, insya Allah. Karena secara lengkap telah disebutkan di sana, maka di sini hanya saya sebut sebagiannya.

Enam wilayah itu ialah Banda Aceh/Aceh Besar, Meulaboh/Nagan, Barus (Kutacane/Subulussalam), Takengon/Bener Meriah, Tamiang/Langsa/Aceh Timur, Pase (Lhokseumawe/Aceh Utara). Jarak tempuh di antara ke enam wilayah ini lebih kurang sama.

Dengan adanya pembagian wilayah tersebut, maka masyarakat yang berada di Singkel, misalnya, tidak perlu ke Banda Aceh untuk memperbaiki dirinya, cukup ke Barus. Pembagian pembangunan ini memiliki kekhasan masing-masing, misalnya wilayah pendidikan di Barus, wilayah industri dibangun di Pase, dan sebagainya.

Kita mesti membentuk jaring-jaring kuat di antara wilayah itu. Kendaraan penghubung (transportasi) darat harus dibuat rel listrik dan atau jalan layang. Pembangunan tersebut bisa dilakukan dengan mudah oleh pemimpin-pemimpin di Aceh, hanya tinggal niat baik.

Yang menghairankan, mengapa itu tidak dilakukan supaya Aceh menjadi sebuah wilayah yang mandiri dan bermartabat. Jikalau tidak ada pemimpin Aceh yang melakukan itu, apabila Allah Ta’ala memberikan kesempatan, saya akan melakukannya. Amin.

Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan di Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT).

Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki