Di Tengah Perselisihan Tokoh, Paloh Dayah Hadirkan Mustafa Tangse Pidato Buruat

Jamaah selesai menunaikan sembahyang Jumat di Mesjid Assa'adah Tgk Chik Di Paloh. Foto: Thayeb Loh Angen
Paloh Dayah – Memperingati 15 Sya’ban dan menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H, Remaja Mesjid Assa’adah di Paloh Dayah, Lhokseumawe, mengundang Tgk Mustafa dari Tangse, Pidie untuk berceramah pada Sabtu malam, 14 Juni 2014 di lapangan umum di hadapan Mesid.

Sebagaimana di beberapa tempat lain, Paloh Dayah biasanya memperingati hari-hari besar Islam dengan mengadakan dakwah umum dengan pembicara yang termasyhur yang ada di Aceh. Semua pendakwah termasyhur di Aceh telah diundang ke tempat yang dibangun oleh Tgk Chik Di Paloh ini.

Wakil Ketua Remaja Mesjid Assa’adah Tgk Chik Di Paloh, Tgk Muhadhar A Ghani, mengatakan, pihaknya telah menyiapakan segala sesuatu untuk acara tersebut yang dinyatakan atas nama kepemudaan gampong karena beberapa alasan.

“Ada beberapa orang penjabat di gampong yang terlihat merasa terganggu dengan keberadaan Remaja Mesjid sehingga mereka memburuk-burukkan kami. Mereka adalah orang-orang yang merasa tersaingi karena kami melakukan semua hal atas kepentingan umat yang lebih besar dan tidak peduli dengan kepentingan beberapa orang,” kata Muhadar.

Sebagaimana diketahui, Paloh Dayah memiliki dua dusun, yakni Dusun A dan Dusun B. Sejak beberapa tahun lalu, penduduk di antara kedua dusun ini sering berbeda pendapat. Perkaranya, penduduk di dusun A lebih banyak orang asli yang menetap di sana sejak beberapa generasi silam.

Sementara di dusun B semuanya penduduk pendatang dari wilayah Barat, kebanyakan dari Matang Geulumpang Dua. Namun, ada yang lebih besar daripada perang dingin antara dua dusun itu di wilayah yang tengah menyiapkan dirinya sebagai Bandar (kota –red) budaya ini.

Perkara yang lebih besar itu adalah perseteruan di antara tokoh di gampong tersebut, terutama di Dusun A. Perselisihan itu terjadi sejak puluhan tahun lalu, berbentuk permusuhan antara keluarga.

Kini perselisihan itu tidak lagi secara nyata, namun di antara tokoh itu saling merebut pengaruh di mata rakyat dan sesekali saling memburukkan apabila tidak tengah berhadapan. Mereka terlihat akrab bila tengah duduk bersama di meja kedai kopi atau ruang rapat, tetapi mereka saling memburukkan tatkala tengah tidak bersama. Itulah yang terjadi di Paloh Dayah sejak puluhan tahun lalu.pcm
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki