Taqiyuddin: Nisan Kampung Pande Abad XVI M

Peneliti kebudayaan Islam, Taqiyuddin Muhammad (kanan) membaca seni tulis di nisan yang berada di Kampung Pande, Banda Aceh, 11 Mai 2014. Pada nisan terbesar yang berada di kompleks makam Tuan Di Kandang tertulis bahwa yang dimakamkan di sana adalah anak daripada Sultan Munawarsyah (makam Munawarsyah ditemukan di wilayah Pante Raja, Pidie, beberapa waktu lalu). Sultan Munawarsyah hidup setelah Sultan Ali Mughayatsyah (sultan Aceh Darussalam pertama), sekitar awal-pertengahan abad XVI M. Dalam kunjungan tersebut, Taqiyuddin didampingi oleh kolektor manuskrip Aceh Tarmizi A Hamid (dua dari kiri), aktivis kebudayaan Irfan M Nur (kiri), dan anggota CISAH. Foto: Thayeb loh Angen.




Peneliti kebudayaan Islam, Taqiyuddin Muhammad (dua dari kiri) mengunjungi sebuah sumur di Kampung Pande, Banda Aceh, yang telah dibuktikan dibangun di masa Belanda (abad XIX M), 11 Mai 2014. Dalam kunjungan tersebut, Taqiyuddin didampingi oleh kolektor manuskrip Aceh Tarmizi A Hamid, aktivis kebudayaan Irfan M Nur, dan anggota CISAH. Foto: Thayeb loh Angen.

Peneliti kebudayaan Islam, Taqiyuddin Muhammad (kiri) menjelaskan tentang tulisan yang berada di nisan yang berada di Kampung Pande, Banda Aceh, akan kafilah pengunjung, 11 Mai 2014. Taqiyuddin mengatakan bahwa usia nisan-nisan di Kampung Pande lebih muda daripada nisan-nisan yang berada di Lamreh. Foto: Irfan M Nur.

Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki