Mehmet Ozay: Kalau Saya Prabowo, Saya Pilih Mualem Jadi Cawapres

Dr Mehmet Ozay
Banda Aceh - Perpolitikan di Indonesia terlihat aneh. Partai Islam seperti PPP (Partai Persatuan Pembangunan), PAN (Partai Amanat Nasional), dan PKS (Partai Keadilan Sejahtra), dikabarkan mendukung Partai Gerindra (Partai Gerakan Indonesia Raya –red). Sementara, tahun-tahun lalu, manakala partai lokal terbesar di Aceh Partai Aceh (PA) mendukung Gerindra, orang-orang menertawakan dan mengkritiknya.

Demikian kata pengamat perkembangan Asia Tenggara, Dr Mehmet Ozay, 14 Mei 2014, dari Kuala Lumpur melalui surat elektronik. Menurutnya, itu mencerminkan bahwa Pemimpin PA Mualem (Muzakir Manaf –red) lebih cerdas daripada pengurus Partai Islam di Indonesia tersebut.

“Kalau saya Prabowo, saya pasti pilih Mualem menjadi cawapres (calon wakil presiden –red) yang lebih profesional dalam memandang dunia politik di Indonesia. PA telah mendukung Gerindra di saat Prabowo banyak dikritik,” kata sosiolog asal Turki tersebut.

Pendiri organisasi kebudayaan antar bangsa, Pusat Kebudayaan Aceh Dan Turki (PuKAT), ini menegaskan bahwa politisi PA lebih mampu melihat gambaran politik Indonesia ke depan apabila dibandingkan dengan partai Islam nasional tersebut.

“Telah beberapa kali, langkah Aceh di dalam bidang kebijakan ekonomi diikuti oleh Indonesia secara nasional. Kini, dalam dunia politik, lagi-lagi Aceh menunjukkan ketajaman analisanya. Ini membuktikan bahwa Aceh masih memiliki kemampuan genetik sebagai pembentuk peradaban di wilayah ini (Indonesia –red),” kata Mehmet.tla
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki