Penjabat dan Caleg Si Beureukah Gulam


Menjelang pemilihan raya atawa pemilu 2014, bisa dilihat, dari sekalian calon legislatif (caleg), berapa peratus (persen –red) yang memang mampu menjalankan tugasnya dengan baik apabila menang nantinya dan berapa peratus yang hanyalah si beureukah gulam. Itu mencerminkan tingkat orang Aceh secara keseluruhan. 

Apabila nantinya ada si beureukah gulam yang menang, bermakna sebagian orang Aceh masih si beureukah gulam. Apabila caleg si beureukah gulam tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan suara, maka itu bermakna pemikiran orang Aceh sudah lebih baik. Apakah para pemikir mampu memasuki dunia politik di Aceh dengan benar sehingga Aceh sanggup bangkit dengan cepat setelah masa perang yang panjang?

Si beureukah gulam adalah seseorang yang bermental pekerja dan tidak bisa berpikir dengan baik. Beureukah adalah bahasa Aceh yang artinya mengumpulkan benda batangan seperti kayu dan menyatukannya dengan seutas tali. Gulam adalah bahasa Aceh yang artinya pikul. Si beureukah berarti adalah orang yang mengumpulkan batangan dengan seutas tali lalu memikulnya untuk dibawa menuju suatu tempat yang agak jauh.

Si beureukah gulam adalah pekerja keras yang bidang pekerjaannya tidak memerlukan kecerdasan khusus sehingga anak-anak atau orang dungu sekalipun bisa melakukan pekerjaan yang dilaksanakannya. Itu hanyalah sebuah istilah orang Aceh.

Apabila kalimat tersebut digunakan dalam dunia politik, maka si beureukah gulam adalah orang yang menduduki sebuah jabatan tetapi selama masa tugasnya hanya menjalankan rancangan orang sebelum dia yang kurang bermakna. Tidak melakukan hal yang patut dibanggakan oleh bangsa. Ada atau tidaknya dia di jabatan itu tidak berpengaruh apa-apa.

Apabila diumpamakan pada jabatan gubernur, maka Ali Hasjmy membangun Darussalam sebagai Kota Pelajar sehingga ia bukanlah gubernur si beureukah gulam, Ibrahim Hasan menggali sungai besar di Banda Aceh dan membangun banyak jembatan penting di pantai urata dan barat-selatan Aceh sehingga ia juga bukan gubernur si beurekah gulam. Apakah ada karya besar dari gubernur selain mereka berdua?

Apabila dicontohkan dalam dunia wakil rakyat, maka anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) yang berhasil membuat aturan yang dapat memajukan peradaban, baik bidang ekonomi, politik, pendidikan, budaya, dan semacamnya adalah bukan anggota dewan si beureukah gulam.

Untuk masa setelah MoU Helsinki, marilah kita menilik kerja gubernur Irwandi-Nazar dan yang tengah menjabat sekarang, apakah hasil kerja mereka yang sudah berguna bagi Aceh yang tidak dilakukan oleh orang-orang sebelum mereka sehingga harus dibanggakan?

Kita juga bisa menilai anggota dewan, qanun apa saja yang telah mereka hasilkan dari 2009 sampai 2014 yang menguntungkan sekalian rakyat? Apakah mereka orang yang tepat di tempat yang tepat ataukah hanya si beureukah gulam? Orang-orang yang digaji dengan uang rakyat seyogianya memperlihatkan hasil kerja mereka.
Kaum cendikiawan di Aceh dan sekalian rakyat bertanggung jawab untuk membersihkan kursi kebijakan dari si beurekah gulam. Bukankah yang menjadi anggota dewan yang terhormat seharusnya adalah kaum cendikiawan, baik dari perguruan tinggi, dayah-dayah, mahupun yang di luarnya.

Bukankah yang kita pilih menjadi wakil rakyat adalah sekalian orang yang tingkat akhlak dan pengetahuannya berada di atas rakyat kebanyakan? Terpilihnya si beureukah gulam sebagai wakil rakyat bukanlah kesalahan rakyat, tetapi adalah kesalahan pengurus partai politik karena merekalah yang menaruh si beureukah gulam sebagai caleg.

Dipilihnya si beureukah gulam sebagai caleg oleh partai politik karena partai tersebut diurus oleh sekalian si beureukah gulam. Kita rindu akan suatu zaman yang pengambil kebijakan di dalam pemerintahan adalah orang-orang terbaik di antara sekalian rakyat. Yang mengherankan, penduduk Aceh berjumlah empat setengah juta jiwa, mengapa si beureukah gulam sampai diberi kesempatan menjadi penjabat?


Oleh Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki