Penata Ruang Kota Tua itu Telah Pergi

Aceh berduka dengan meninggalnya Ir Mawardy Nurdin, M.Eng dalam masa menjabat sebagai Walikota Banda Aceh, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (8/2/2014) di Ruang ICU RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh. Jenazah akan disemayamkan di Pendapa Wali Kota Banda Aceh, di tepian Blangpadang, Banda Aceh. 

Dia adalah penata dan pembangun kota Banda Aceh setelah tsunami yang menjabat sebagai walikota untuk dua periode. Walaupun dia adalah walikota Banda Aceh, namun pengaruh kebijakannya berbias kepada Aceh secara tidak langsung karena kota yang dipimpinnya adalah pusat daripada Aceh. Penataan ruang kota dengan standar internasional yang dilakukannya membuat Aceh bangga.

Dialah satu-satunya orang yang mampu menjadikan kota langganan banjir tahunan menjadi kota yang tidak mengenal bagaimana banjir. Dia membangun jaringan drainase dengan cetakan beton berstandar mutu dan kualitas internasional memenuhi seluruh jalan raya di kota Banda Aceh.

Kelihatannya, Jokowi (Joko Widodo) yang dielu-elukan itu harus belajar banyak bagaimana menangani banjir kepada Mawardy Nurdin. Sungai Krueng Aceh juga mampu dibangun sedemikian baik dan indah sebagai tempat wisata. Masih banyak hal lain lagi.

Selain ini, infrastruktur yang telah luluhlantak karena tsunami mampu dibenahi dengan baik. Pelayanan untuk rakyat di Banda Aceh adalah terbaik di Aceh selama Mawardy Nurdin menjabat walikota.

Pola kepemimpinannya juga terlihat bagaimana ia mampu bekerjasama dengan seluruh bawahan, termasuk bagaimana ia dan Illiza Sa’aduddin Djamal mencalonkan diri kembali menjadi pasangan walikota dan Wakil Walikota banda Aceh, di saat seluruh pasangan penjabat lain berseberangan jalan setelah jabatan periode pertama.

Selama ia menjadi walikota, penanganan keuangan public Kota Banda Aceh telah beberapa kali mendapatkan nilai terbaik sebagai pemerintahan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Juga, kota yang dipimpinnya mendapatkan nilai kota bersi (Piala Adipura).

Banyak hal lagi yang belum sempat dibuatnya. Apabila jabatan Mawardy Nurdin adalah gubernur Aceh, mungkin kita tidak lagi melihat jembatan tali di wilayah-wilayah terpencil. Atau, banjir seperti di Tangse, Bireuen, Aceh Utara, dan beberapa tempat lainnya beberapa waktu lalu tidak akan terjadi. 

Pemimpin yang masih ada sekarang di Aceh harus belajar banyak kepada cara Mawardy Nurdin menangani Kota Banda Aceh. Selamat jalan Pemimpin kami, Mawardy Nurdin. Semoga amal ibadahmu diterima oleh-Nya.
Oleh Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki