Galeri Pemakaman Mawardy Nurdin dan Pidato Pelapasan oleh Gubernur Aceh

Gubernur Aceh Zaini Abdullah menabur bunga ketika melepaskan kepergian untuk selamanya Wallikota Banda Aceh Mawardy Nurdin, di Banda Aceh, 9 Februari 2014. Foto: Suryadi.
Pidato Pelepasan oleh Gubernur Aceh
Pada Pemakaman Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin
Banda Aceh, 9 Februari 2014
-----------------------------------------------
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wr wb

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Dengan penuh rasa duka yang amat dalam, pada hari ini, kita semua berkabung atas berpulangnya kerahmatullah  Bapak Mawardi Nurdin,  salah seorang putra terbaik Aceh yang tidak lain adalah Walikota Banda Aceh. Almarhum berpulang ke rahmatullah   pada Sabtu sore kemarin di RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh.  Kepergian  almarhum tentu merupakan kehilangan sangat berarti bagi kita, mengingat  semasa hidupnya, almarhum merupakan pemimpin yang sangat dicintai dan sangat dekat dengan rakyat.

Kita hadir di sini untuk  memberikan penghormatan terakhir melalui sebuah upacara, sebagai bentuk  penghargaan dari negara dan Pemerintah  atas jasa, darma bhakti, serta pengabdian almarhum  semasa hidupnya. Kita iringi kepergian almarhum dengan do’a, Semoga almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Hadirin yang saya muliakan,

Kita sama-sama mengetahui, almarhum yang dilahirkan di Sigli pada 30 Mei 1954, sepanjang hayatnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengabdikan diri kepada  masyarakat, bangsa dan negara, khususnya di Kota Banda Aceh ini. Kita mengenal beliau  sebagai sosok yang sangat peduli dengan rakyat dan dunia pendidikan. Hal ini tidak mengherankan, sebab sejak kecil almarhum memang sangat mencintai pendidikan dan selalu haus dengan ilmu pengetahuan.

Setelah lulus dari SMA di Sigli pada tahun 1971, almarhum merantau ke tanah jawa untuk melanjutkan pendidikan di  ITB, Bandung. Setelah menyelesaikan pendidikannya  di bidang Teknik Sipil, almarhum kemudian melanjutkan karir dalam dunia birokrasi. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai aparat pemerintah, almarhum masih sempat melanjutkan pendidikannya di University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia, hingga akhirnya meraih gelar  magister teknik dari kampus itu.

Dengan keahlian dan pengalamannya yang sangat spefisik,  sangat besar peluang almarhum untuk menempati berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan besar. Namun almarhum tidak mau jauh dari akar budayanya.  Ia sangat mencintai Aceh. Ia tetap melanjutkan tekadnya untuk membangun Aceh. Dengan segenap kemampuannya, almarhum telah melakukan banyak perubahan demi meningkatkan kualitas pembangunan di Aceh, khususnya di Kota Banda Aceh.

Berkat keuletannya dalam bekerja, tidak heran jika dalam usia relatif muda,  almarhum telah diberi kepercayaan menjabat sebagai Penjabat Walikota Banda Aceh, untuk selanjutnya terpilih secara demokratis sebagai Walikota Banda Aceh selama dua periode.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Kalau kita mengingat pembangunan Aceh pasca bencana tsunami 2004, di situ juga terlihat jelas betapa aktifnya almarhum saat membantu merancang program rehab rekon Aceh.  Sebagai seorang birokrat, almarhum  dikenal bijaksana dalam memimpin. Sebagai seorang intelektual, ia sangat cerdas dalam mengambil langkah-langkah solusi.  Maka tidak berlebihan kalau  kami menilai alharhum ini merupakan pemimpin Aceh yang komplit. Komunikasinya sangat bagus, tutur bahasanya santun dan setiap keputusan yang diambilnya selalu matang. Ia merupakan satu-satunya pemimpin di Aceh yang mampu membangun harmonisasi dan kerjasama yang baik dengan wakilnya.

Semasa hidupnya,  almarhum dikenal sangat dekat dengan kalangan pemuda, ulama, para tokoh politik dan tokoh masyarakat.  Meski pengetahuannya luas, sepanjang pengetahuan kami, almarhum tidak pernah sekalipun menonjolkan diri sebagai orang yang pintar. Almarhum lebih banyak bekerja dalam diam.  Hasilnya, selama hampir sembilan tahun memimpin Kota Banda Aceh, telah banyak perubahan yang berhasil dirintis kota ini. Sehingga tak mengherankan jika almarhum sangat dicintai rakyatnya.

Sejak duduk di pemerintahan, almarhum selalu menunjukkan  dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya. Bahkan dalam dua tahun terakhir, meski kondisi kesehatannya agak menurun,  semangat kerjanya tetap tinggi. Semua itu dilakukannya semata-mata untuk menjalankan amanah yang diberikan rakyat kepadanya. Atas pengabdiannya yang luar biasa itu, Pemerintahan Aceh akan memberi penghargaan atas dedikasi almarhum sebagai Bapak Pembangunan Kota Banda Aceh.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT

Sebagai manusia biasa,  tentu almarhum tidak luput dari kekhilafan dan kealpaan. Sebab kita tahu, selain Rasulullah Muhammad SAW, tidak ada seorangpun manusia yang sempurna di muka bumi ini. Untuk itu pada kesempatan yang khidmat ini, jika memang almarhum memiliki kekhilafan kepada kita  apapun bentuknya, mari kita memaafkannya.   Selanjutnya Saya mengajak seluruh masyarakat Banda Aceh  untuk memanjatkan do’a,  semoga almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Kepada  keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan ketabahan dan kesabaran, serta dapat menerima kepergian almarhum dengan ikhlas dan tawakkal.

Akhirnya dengan memohon ridha Allah SWT, dengan kesedihan yang amat dalam, mari kita lepas kepergian almarhum menghadap Allah SWT dengan tenang. Semoga Allah SWT berkenan menerima amal ibadahnya dan mengampuni segala khilaf dan dosanya.

Sebelum mengakhiri , bersama-sama kita membacakan surah Al Fatihah kepada almarhum
Al Fatihah!  (Berhenti Sejenak hingga bacaan selesai )…………….

Terima kasih,
Wassalamualikum wr wb
Gubernur Aceh

Zaini Abdullah

----------------------------------------------


Pemakaman Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin, Banda Aceh, 9 Februari 2014. Foto-foto: Suryadi.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki