Abu Siwah Sang Pemersatu Silat Aceh

Abu Siwah ketika berkerjasama dengan Production House (PH) Jakarta dalam rangka pembuatan film dokumenter tentang silat khas Aceh yang disiarkan di beberapa stasiun televisi swasta di Indonesia pada Maret 2012. Foto: Siwah.

Banda Aceh – Selama ini, silat Aceh jarang terdengar selain di perkampungan. Namun Aceh kini patut berbangga karena sejak Januari 2012 telah didirikan Lembaga Pendidikan Kebudayaan Silet Tradisional Aceh yang bernama Busoë (Bersatu Silet Nanggroë) oleh Abu Siwah.

Sebelumnya, ia mendirikan jambo siletnya sendiri bernama Siwah yang secara resmi terdaftar pada tahun 2001 di Lhokseumawe. Ia punya keinginan memperkuat perguruan seni bela diri yang tersebar di seluruh Aceh.

“Tidak mungkin saya mengajak sekalian guru silat tersebut ke dalam Siwah. Maka kami mendirikan Busoë. Nama ini diambil daripada sejarah Raja Sa’ad Kerajaan Islam Peureulak yang berlakab Manyak Eumpieng Busoë yang pada masa itu melawan utusan Hayam Wuruk, sekitar tahun 700 H,” kata Abu Siwah, di Banda Aceh, beberapa saat sebelum melatih sekalian murid.

Abu Mengaku, perjalanannya mendirikan Busoë kadang diuji. Misalnya, kata dia, menjelang dua hari Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6 tahun 2013. Saat itu, kata dia, sudah berkumpul sekalian anggota Busoë dari seluruh penjuru Aceh, sekitar 80 orang. Sementara, kata, dia, belanja yang tersedia sangat kurang.

“Namun, ujian itu dapat kami lalui. Kami bersyukur mendapatkan keberhasilan dalam PKA 6. Stan Busoë  dikunjungi oleh sekitar 1500 pengunjung perhari selama PKA6 berlangsung. Busoë juga menjadi pembuka acara di pengukuhan Wali Nanggroe Aceh tahun 2013 yang diliput oleh berbagai media,” kata Abu Siwah.

Ia mengaku bahwa Busoë adalah persatuan olah raga, olah seni, dan olah pernapasan menuju kesehatan lahir batin. Kini, kata Abu, Busoë memiliki 8 jambo silat di seluruh Aceh.

“Kami ada anggota di Aceh Selatan, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Tamiang, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Kota Banda Aceh. Ke depan, Busoë terus bergerak. Kini kami memiliki 50 orang pendekar yang usianya 40 tahun ke atas,” kata Abu Siwah .tla

Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki