Tahun Baru Masehi Pertanda Kekalahan Islam


Tahun baru Masehi 1 Januari merupakan hari lahir Nabi Isa ‘alaihissalam yang menjadi nabi bagi umat Nasrani. Kini, tanggal tersebut diperingati di hampir seluruh negara di dunia, termasuk yang penduduknya kebanyakan umat Islam atau umat lainnya yang bukan Nasrani.

Selama ratusan tahun Ottoman Turkish (Turki Usmani) memimpin dunia, penanggalan yang dipakai adalah almanak Hijriah, dan bahasa dunia adalah bahasa Arab yang ditulis dengan aksara Arab. Dan di timur jauh, di negeri-negeri muslim yang kini menjadi Republik Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, hanya mengakui hari bulan Hijriah dalam masa ratusan tahun tersebut.

Ketika orang dari Eropa yang beragama Nasrani datang untuk menghancurkan negeri-negeri tersebut, mereka membawa penanggalan Masehi bersamanya, sekaligus mereka menghapus penanggalan Hijriah, dan penulisan dengan huruf Jawi diganti dengan huruf Latin. Penanggalan dan aksara sangat penting dalam sebuah peradaban karena dengannya kita mengingat semua. Maka, itulah yang pertama diubah di negeri bawah angin.

Peradaban Islam pun beralih perlahan karena penjajahan.  Peristiwa-peristiwa umat sampai kelahiran anaknya sejak peralihan itu mulai dicatat dengan penanggalan bulan Masehi. Pemakaian huruf Latin dan penanggalan Masehi adalah tanda kemenangan penjajah yang beragama Nasrani dan kekalahan bagi Islam.

Maka, apabila ada umat Islam yang merayakan tahun baru Masehi bermakna ianya merayakan kekalahan nenek moyang dan dirinya sendiri. Apapun bentuk perayaan itu, walaupun dengan zikir dan berdo’a sekalipun, tetap saja merayakan kekalahan.

Larangan-larangan perayaan tahun baru Masehi yang dilakukan oleh beberapa tempat, seperti di Aceh, akan menjadi hal aneh bagi umat sekarang karena setiap hari penting, bahkan hari-hari biasa kita menggunakan penangalan Masehi. Maka, seyogianya, negeri yang berpenduduk terbanyaknya umat Islam, memakai kembali almanak Hijriah, itu hal mutlak yang mesti dilakukan secara serentak di semua bidang.

Bersamaan dengannya pemakaian penanggalan Masehi dilakukan sebagai penanggalan kelas dua untuk perbandingan dengan cacatan dunia yang masih dikuasai oleh An-Nasraniah. Selamat tahun baru Masehi 2014, tahun kekalahan.*

Oleh Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki