Tentang Buku 'Kesultanan Aceh dan Turki' Karya Mehmet Ozay


Wajah buku berjudul Kesultanan Aceh Turki dan Aceh – Antara Fakta dan Legenda tulisan Dr Mehmet Ozay
Resensi Buku “Kesultanan Aceh Turki dan Aceh – Antara Fakta dan Legenda”

Sejarah Lada Sicupak yang terjadi sekitar tahun 1560-an di masa Kesultanan Aceh Darussalam, masih terasa pengaruhnya sampai kini. Peristiwa itu telah mengubah wajah sejarah Aceh secara nyata.

Namun setelahnya ada hal yang cenderung dijadikan bualan untuk membuat cerita lebih hebat daripada yang sebenarnya. Kita harus memisahkan antara sejarah dengan bualan atau mitos. Dengan ini, generasi ke depan akan mengingat sejarah yang benar.

Dengan maksud itulah, Dr Mehmet Ozay selaku pendiri Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT) menulis sebuah buku “Kesultanan Aceh Turki dan Aceh – Antara Fakta dan Legenda”. Ini adalah bentuk penyingkapan dan pelestarian ingatan tentang sejarah oleh seorang cendikiawan dari Istanbul tentang sejarah Aceh dan Turki.
Buku ini berisi delapan bab, yaitu: Bab 1 Catatan Perjalanan Penulis di Aceh, Bab 2 Dari Lada Secupak Hingga Utusan Sultan Selim II, Bab 3 Ma’had Baitul Maqdis, Kampung Bitai, dan Keturunan Turki di Banda Aceh, Bab 4 Utusan Sultan Aceh Darussalam ke Turki Tahun 1870-an, Bab 5 Keturunan Turki di Tamiang, Bab 6 Poterayet dan Turki Pijuet: Keturunan Turki di Nagan, Bab 7 Pengaruh Turki Dalam Peradaban Aceh Sampai Kini; ditambah kesimpulan, biografi penulis, lampiran, dan foto-foto.

Peluncurannya pada 26 Desember 2013 di Aceh Community Center (ACC) Sultan II Selim, Banda Aceh. Diawali dengan pemutaran lagu mars Ottoman berjudul Ceddin Deden. Acara ini dilengkapi dengan bincang sejarah bersama Dr Mehmet Ozay, Tarmizi A Hamid, dan Teuku Zulkarnaini.

Ini merupakan sedikit kumpulan dari hasil penelitian Dr Mehmet Ozay yang ditulisnya di dalam bahasa Turki dan Inggris. Kemudian, ketika ingin dijadikan sebuah buku, sekalian tulisan tersebut dialihkan semuanya ke dalam bahasa Inggris, lalu diterjemahkan oleh Afdhal Muchtar, dilayout oleh Mulyadi, dan diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Aceh.  
Buku tersebut amat penting bagi rekaman sejarah Aceh bahwa ianya merupakan pertanda masih ada orang dari Turki yang ingat kepada peristiwa Lada Sicupak. Jika orang Turki tidak ingat lagi kepada sejarah tersebut, itu memang menyedihkan. Namun apabila orang Aceh tidak ingat lagi, maka itu adalah malapetaka yang nyata.

Tulisan Dr Mehmet Ozay ini merupakan sebuah usaha  untuk mengingatkan kembali kepada orang Aceh terhadap sejarah hubungannya dengan Turki. Sekaligus mengingatkan orang Turki (ketika nantinya diterjemahkan ke dalam bahasa Turki) dan bangsa-bangsa lain (ketika nantinya diterjemahkan ke dalam Bahasa Ingggris, dll).
Ini baru permulaan usaha tersebut. Untuk memudahkan sekalian orang di zaman berteknologi canggih ini, PuKAT akan menyiarkan buku tersebut dalam bentuk digital. 
Oleh Thayeb Loh Angen
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki