Kerukunan Antar Umat Beragama di Aceh


Aceh juga memiliki toleransi tinggi antarumat beragama. Wihara, Gereja Khatolik, Gereja Protestan, dan Candi telah berada lebih daripada seratus tahun di Aceh, khusunya Banda Aceh. Keberadaan penganut Islam terbanyak di sana, bahkan wilayahnya disebut Serambi Mekkah, ternyata senantiasa sangat menghormati kebebesan beragama.

Ini sesuai dengan ayat dalam kitab suci umat Islam, "Lakum dinukum wa liyadin" (Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku). Lalu, bagaimana dengan adanya isu laranan ajaran sesat dan pendirian rumah ibadah bagi umat selain Islam di Aceh?

Itu hanyalah isu belaka yang dibesar-besarkan oleh orang-orang yang ingin membalikkan fakta dengan membentuk opini miring untuk Aceh yang telah menderita puluhan tahun karena perang dan dihantam tsunami pada 26 Desember 2004. Setiap Isu pertentangan antara aliran dalam agama mahupun antar agama di Aceh, sesalu berasal dari pengaruh luar. Itu adalah isu yang diimpor.

Oleh Thayeb Loh Angen
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki