Herman RN: Mubes DKB Tidak Sah!

Pertemuan sekalian seniman yang berkarya di Banda Aceh pada bulan September 2013 di Taman Sari Banda Aceh untuk membicangkan penyelesaian masalah tidak dihidupkannya DKB (Dewan Kesenian Banda Aceh) selama lebih daripada lima tahun. Tampak di foto: (Dari kiri) Herman RN, Azhari, RA Kamarullah, Fauzan Santa, Mahrizal Rubi, Muammar Ma'aruf, Anton Kurnia, dan lain-lain. Foto: Thayeb Loh Angen.
Banda Aceh - Seniman Taman Sari menyatakan menolak pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB) yang akan diselenggarakan 21 Desember 2013. Penolakan tersebut bersasarkan Mubes diselenggarakan oleh kepengurusan DKB yang sudah vakum selama 5 tahun.

Demikian kata juru bicara Seniman taman Sari, Herman RN, Jumat, 20 Desember 2013. Menurutnya,  pengurus lama tidak punya legitimasi untuk menyelenggarakan Mubes.

“Surat undangan untuk peserta bukan dari kepanitiaan Mubes, melainkan dari pengurus lama DKB, yang ditandatangani oleh ketua tak aktif tersebut. Ini salah,” kata Herman RN.

Herman meragukan transparansi atau akuntabilitas kepengurusan lama lembaga yang sudah vakum selama 5 tahun. Pihaknya, kata German, memandang hal-hal prinsip seperti ini tidak bisa diselesaikan melalui Mubes, kecuali Musyawarah Luar Biasa.

“Kami telah mengajukan petisi sebagai jalan tengah agar Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil alih musyawarah tersebut dan melaksanakan Musyawarah Luar Biasa yang dapat memuaskan semua pihak,” kata Herman.

Namun, kata dia, Pemko Banda Aceh, melalui Kadisbudpar, menelikung petisi pihaknya yang ditandatangani oleh puluhan perwakilan seniman Banda Aceh dari berbagai cabang kesenian. Dengan demikian, kata dia, pihaknya meragukan cara yang ditempuh Kadisbudpar dalam menyelesaikan masalah.

“Kami meragukan cara memilih seniman Banda Aceh untuk mengikuti Mubes tersebut. Sebuah musyawarah harusnya diikuti oleh unsur seniman yang bergiat di komunitas-komunitas yang terdapat di Banda Aceh. Unsur-unsur tersebut didaftar dan diundang, bukan melalui cara penunjukkan yang tidak demokratis,” kata Herman.


Herman mempertegah bahwa apabila pernyataan piahknya tidak diindahkan, maka mereka tidak akan mengakui kepengurusan baru terpilih hasil Mubes 21 Desember 2013.

“Jika komunikasi yang baik tidak dapat dijalankan, maka kami akan memboikot seluruh kegiatan kesenian yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh,” teas Herman.

Sebagaimana diketahui, Herman RN menyatakan bahwa Perwakilan seniman Taman Sari adalah: Azhari, Muhadzdzier M. Salda, Thayeb Loh Angen, Nazar Shah Alam (Sastra), Imam Juwaini, Anton Sabang (Tari), Mustika, Fozan Santa (Teater), Made in Made, Amroe Pane (musik), R.A. Karamullah, Muhammad Hamzah (Film), Idrus Bin Harun, Fahdlan (Rupa), Komunitas Kanoet Bu, Komunitas Jeuneurob, Teater Nol, Teater Rongsokan, Seuramoe Teater Aceh, Sanggar Seulaweut, Cakra, dan lain-lain.pd
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki