Bedah Sejarah Aceh dan Turki pada Peringatan Tsunami ke 9

Banda Aceh – Sosiolog cendikiawan muslim asal Istanbul, Turki Dr Mehmet Ozay dan kolektor manuskrip Aceh Tarmizi A Hamid membincangkan sejarah hubungan antara Turki dan Aceh pada peringatan tsunami Aceh ke 9.


Demikian kata aktivis kebudayaan di Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT) Thayeb Loh Angen, di Banda Aceh. Kata dia, peringatan tsunami Aceh kali ini dimaknai dengan meluncurkan dua buah buku tulisan Dr Mehmet Ozay yang berjudul “Kesultanan Aceh dan Turki – Antara Fakta dan Legenda” dan “Açe Seyahat Notlari (II)”.

“Selain peluncuran dua buku tersebut, kita akan memperbicangkan sejarah hubungan antara Aceh dan Turki bersama Dr Mehmet Ozay, Tarmizi A Hamid, dan Teuku Raja Zulkarnaini. Acara secara sukarela ini kita laksanakan di Aceh Community Center (ACC) Sultan II Selim, Banda Aceh pada 26 Desember 2013, Pukul 16:30 - 18:00,” kata Thayeb.

Menurutnya, acara yang dilaksanakan oleh PuKAT tersebut diawali dengan pemutaran lagu mars militer Ottoman Turkish atau Turki Usmani yang berjudul Ceddin Deden. Lagu yang sudah berusia lebih daripada lima ratus tahun tersebut, kata Thayeb, merupakan penyemangat tentara Ottoman. Semangat lagu ini, kata dia, luar biasa.

“Apabila lagu ini didengar oleh orang Turki yang muslim, darahnya akan mendidih ingin berperang kembali. Lagu itu dapat mengenalkan kita kepada peradaban bangsa Turki di masa Ottoman. Di masa itu, Turki membantu Aceh dengan mengirim banyak ahli. Peristiwa itu dikenal dengan Lada Sicupak, yang menjadi salah satu titik tulak terbesar dalam sejarah Aceh,” kata Thayeb.pd
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki