Arti 4 Desember Bagi Kita

Kemarin, seorang kerabat dari Paloh Dayah mengrim pesan singkat, “Bagaimana kabar perayaan 4 Desember di Aceh kali ini...?” Dalam beberapa saat saya menjawab, “Saya tidak tahu,  melihat kepanikan sekarang, sepertinya, itu telah terkubur bersama jasad Hasan Tiro.”

Apa arti 4 Desember?

Kalau sebelum MoU Helsinki 15 Agustus 2005, itu artinya bisa beragam. Dalam beberapa tahun, arti itu dapat berupa mogok massal serentak di seluruh Aceh. Mogok itu awal-awalnya karena ada larangan. Namun belakangan itu terjadi karena kenderaan-kenderaan tidak mau ambil risiko. Di masa tersebut, pemberi perintah telah mendapatkan hegemoni.

Suara tembakan di beberapa tempat di Aceh juga menandakan 4 Desember.  Pertanyaannya, sejak kapan 4 Desember menjadi isu besar di Aceh. Sejak Hasan Tiro mendeklarasikan Aceh Merdeka kembali pada 4 Desember 1976 di Gunong Alimon, Tiro sebagai lanjutan atas syahidnya Tgk Maat Di Tiro (Teungku Chik Di Tiro yang terakhir –red) karena berperang dengan Belanda pada 3 Desember 1911.

Dipilih tanggal 4 Desember supaya dalam penanggalan yang dicatat oleh sejarah, perjuangan Aceh dilanjutkan selang sehari, walau dalam ukuran tahun sudah 64. Tapi sejarah mencatat tanggal, bukan tahun. Secara alam bawah sadar manusia, itu benar. Kreatif. Hasan Tiro memang seniman.

Lalu, apakah MoU Helsinki yang akhirnya membuat pejuang Aceh pengikut Hasan Tiro berduyun kembali ke ideologi NKRI, akan membuat 4 Desember terus diperingati sebagaimana sebelumnya, atau diperingati dalam bentuk lain, atau malah dilupakan? Tidak ada yang dapat memastikan ini.

Kembali kepada pertanyaan, apa arti 4 Desember bagi kita? Tentu saja, masing-masing golongan memiliki arti yang diyakininya. Bagi eks kombatan, mungkin artinya itu hari pernyataan Aceh Merdeka kembali. Bagi rakyat Aceh artinya hari harapan dan ketakutan. Pihak penjaga keamanan NKRI juga memiliki arti sendiri tentang tanggal tersebut.

Seperti kata motivator berkebangsaan Amerika Serikat, Anthony Robbins,

"Tidak ada yang berarti, kecuali arti yang Anda berikan.”

Oleh Thayeb Loh Angen

Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki